Masih Adakah Rasa Malu?

Dalam kehidupan ini, kita bisa melakukan apa saja. Karena pada hakikatnya semua boleh dilakukan. Namun dibalik kebolehan itu, sebenarnya tersimpan hal-hal yang bisa menyebabkan kebolehan menjadi terlarang atau tidak boleh dilakukan. Semisal berpakaian. Dalam berpakaian, kita boleh menggunakan berbagai bahan kain, model dan warna pakaian. Namun, ternyata kebolehan itu dibatasi oleh aturan Islam, di mana ada aturan harus menutup aurat, mengulurkan jilbab dan khimar. Jika pakaian yang dikenakan ternyata belum menutup aurat, berjilbab dan berkhimar, maka belumlah dikatakan sesuai aturan syar’i.

Agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan, maka perlu ada pada diri kita rasa malu. Dengan rasa malu inilah, kita akan terjaga. Malu yang dimaksud adalah malu karena Allah. Sifat malu ternyata bagian dari iman, sehingga orang yang sudah tidak punya sifat malu, maka keimanan seseorang akan turut menghilang. Dengan begitu, hilangnya sifat malu menjadikan seseorang mudah terjerumus perbuatan dosa, dan suka kemaksiatan.

Dalam hadits ke-20 Arbain anNawawiyyah) telah disebutkan tentang malu.
عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.[رواه البخاري ]
Artinya :
Dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya di antara ungkapan yang dikenal manusia dari ucapan kenabian terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah semaumu.” [HR. al-Bukhari]

Jika tida ada rasa malu, maka manusia akan berbuat sekehendaknya. Sesuai dengan apa yang diinginkan hawa nafsunya. Tak ada lagi batasan boleh tidak, pantas tidak, bahkan halal haram sekalipun tak jadi dipersoalkan. Alhasil, semua bebas berbuat dan dilakukan.

Padahal, malu akan membatasi gerak kita dalam kehidupan. Malu akan menjaga pribadi kita dari berbuat yang tak baik. Malu akan menjaga keindahan akhlak kita. Dan malu akan senantiasa menjadikan pribadi yang selalu taat pada aturan Ilahi.

Dari Anas ibnu Malik, dari Nabi Saw, beliau bersabda,

ما كان الحياء في شيء إلا زانه، ولا كان الفحش في شيء إلا شانه
Artinya :
“Malu akan memperindah sesuatu, sedangkan kekejian akan memperjelek sesuatu.”

Malu sebagian dari iman. Begitu sabda Rasulullah saw. Ada beberapa hadist yang mengingatkan kepada kita untuk selalu memiliki rasa malu, dan sejatinya sifat malu hanya karena Allah Swt.  “Al haya adalah bagian iman yang utama,” Hasan Ibnu Atiah dari Abi Umammah; Rasulullah Saw bersabda; “Malu dan diam adalah cabang dari iman, sedangkan keji, keras (banyak omong) adalah cabang dari nifaq.

“Hadist ibnu mas’ud ra, Rasulullah Saw bersabda; “Malulah kalian terhadap Allah, sebenar benarnya malu. kemudian Sahabat bertanya, Bagaimana cara kita malu terhadap Allah Swt yang sebenar benarnya? Rasulullah menjawab;

“Barang siapa yang memelihara kepala, dan apa yang ada dalam perut dan isinya, serta meninggalkan hiasan kehidupan dunia, mengingat mati dan kesusahan, maka dia malu kepada Allah yang sebenar benarnya. Sesungguhnya setiap agama memiliki aturan akhlak, dan akhlak dalam Islam adalah malu.” (HR Malik dan Ibnu Majah)

“Malu dan Iman merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan, jika yang satu tiada, maka yang lain pun tiada pula.” (HR Hakim) .

“Malu termasuk bagian dari Iman, dan iman itu di dalam surga, sedang sifat mencela itu merupakan kebengisan, Dan itu dalam Neraka.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Ukuran moral dalam Islam terletak pada sifat malu. Sejauh mana seseorang itu punya perasaan malu, sampai di situlah batas dari kesempurnaan iman seseorang. Oleh karena itu, mari pertebal iman dengan cara bersemangat mengkaji ilmu agama. Semakin banyak kita paham dengan ilmu agama, maka iman akan meningkat dan tumbuh rasa malu. Malu karena tidak berilmu, malu berbuat salah dan malu berbuat dosa dan maksiyat.

Masih tidak punya malu? Imannya dipertanyakan.

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik