Mari Menulis Resep Masakan

Mari Menulis Resep Masakan

Punya resep masakan? Mengapa perlu ditulis?

Saya sering menulis di buku catatan untuk resep yang hasil masakannya paling berkesan. Kenapa? Karena ketika suatu saat ingin membuat lagi, saya bisa dengan mudah bisa melakukannya. Tidak perlu mencari di antara sekian banyak resep untuk makanan yang sama. Selain itu, resep yang tadi ditulis dapat saya bagikan pada siapa pun yang memerlukannya, entah itu tetangga, saudara, atau keluarga.

Saya mengerti benar bagaimana rasanya tidak bisa memasak dan memerlukan panduan saat harus melakukannya, karena pernah mengalami. Maka, ketika ada orang lain yang ingin belajar membuat suatu makanan, saya akan dengan senang hati membantu. Walaupun sebenarnya saya sendiri belum terlalu mahir.

Senang sekali rasanya saat Nubar Rumedia memperbolehkan untuk mengangkat tema ini “Resep Masakan”. Walaupun tak sedikit orang yang menolak saat ditawari untuk ikut menulis tema ini dengan aneka alasan yang mendasarinya.

Mengapa harus berbagi resep?

Tahukah sobat, bahwa resep itu sama dengan formula. Sebuah racikan yang berisi ilmu, dan berbagi ilmu termasuk dalam sedekah. Apalagi jika ilmu itu selalu digunakan oleh orang lain yang kita bagi. Maka, pahala dari amal jariah akan mengalir untuk kita.

Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, “Perilaku dermawan itu adalah bukti keimanan.”

HR. Muslim

Lantas bagaimana cara menuliskannya?

Berikut cara menuliskan resep berdasarkan pengamatan pada buku-buku resep yang pernah saya baca:

  • Tuliskan Judul

Sebaiknya judul menggambarkan resep masakan apa yang hendak dibuat. Tidak bertele-tele dan membingungkan.

  • Buat kalimat pengantar.

Biasanya kalimat pengantar ini bisa berisi tujuan resep ini dibuat, sejarahnya, orang yang pertama kali membuat, atau pun kenangan yang berhubungan dengan resep tersebut. Cukup satu paragraf (3-4 kalimat), karena fungsinya hanya menjadi pendahuluan sebelum memasuki bagian inti.

  • Bahan-Bahan

Tulis bahan sedetail mungkin dengan diawali angka, lalu satuannya.

Misal: 1 sendok makan, ½ sendok teh, 1 ons, 1 Kg, dan lain sebagainya.

Jika ada pembagian bahan antara bahan yang dihaluskan, dirajang, bahan cemplung, bahan biang, bahan kulit, maka tuliskan dengan jelas pembagiannya (jangan dicampur menjadi satu).

Jika tidak ada pembagian, tetapi kita ingin mempersingkat tahapan penulisan resep karena keterbatasan halaman, maka dapat kita tuliskan di sisi bahan.

Contoh:

3 siung bawang putih, dirajang

1 ruas lengkuas, memarkan.

  • Cara Membuat

Tuliskan dengan menggunakan kalimat perintah yang jelas dan mudah diikuti.

Misal: Potong ayam menjadi dua bagian, lalu beri bumbu yang telah dihaluskan.

Jika ada pembagian tahapan, maka dapat dikelompokkan sesuai tahapannya.

Contoh resep membuat risoles:

Cara membuat kulit

  1. Campurkan terigu dengan air
  2. … dst

Cara membuat isian

  1. Tumis wortel, kentang
  2. … dst
  • Tips  

Beri informasi tambahan untuk pembaca mengenai resep yang kita tulis. Informasi ini bisa berupa bahan pengganti, peringatan, cara penyajian, alasan penggunaan alat masak tertentu, dan lain sebagainya.

  • Sumber resep

Jika isi resep yang dituliskan sama persis dengan resep aslinya, hanya disampaikan dengan cara berbeda menggunakan bahasa kita, maka sumber resep wajib dituliskan.

Contoh sumber dari buku:

Sarwan. 2014. Masak Sembarang Pasti Enak: 58 Resep Masakan Antigagal. Surabaya: Genta Group Production

Contoh sumber dari internet:

Ningrum, Asri Susila. 2024. Risoles Enak. https://cookpad.com/id/resep/. Diakses tanggal 5 Juni 2020

Contoh sumber dari antologi:

Kartodirjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Dokumen”. Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Namun, jika resep asli sudah kita modifikasi (misal bahan atau cara membuat), maka sumber tidak perlu dituliskan lagi, karena resep sudah berasal dari kita. Jadi, kalau bisa resepnya dimodifikasi. Misalnya: resep aslinya telur dadar hanya telur dan garam, tetapi kita modifikasi dengan adanya penambahan kucai, cabai, dan bawang goreng.

Ingat, kunci dari resep adalah komposisi bahan. Jadi, jangan sampai salah.

Berikut ini saya berikan contoh penulisan resep:

MARTABAK TAHU

(Asri Susila Ningrum)

Anak dan suamiku sebenarnya tidak begitu menyukai tahu. Namun, pada awal minggu kemarin aku membeli banyak tahu. Setelah beberapa hari, masih saja ada stok tahu di kulkas. Bagaimana agar semua mau memakan tahu ini ya? pikiranku berputar. Akhirnya, terbersit ide untuk membuat martabak tahu. Alhamdulillah semua menyukainya.

Bahan-bahan:

  1. 10 lembar kulit lumpia
  2. 1 butir telur
  3. 1 batang daun bawang, potong tipis-tipis
  4. 100 gram tahu putih, hancurkan
  5. 1 sendok teh garam
  6. 1 jumput kaldu bubuk

Cara Membuat:

  1. Kocok lepas telur, garam dan kaldu bubuk.
  2. Masukkan daun bawang dan tahu yang telah dihancurkan ke dalam kocokan telur. Aduk rata.
  3. Ambil selembar kulit lumpia. Isi dengan 1 sendok makan adonan telur. Letakkan di bagian tengah kulit.
  4. Lipat kulit lumpia membentuk kotak.
  5. Goreng di atas teflon dengan api kecil.
  6. Sajikan hangat

Tips:

Martabak telur lebih nikmat jika disantap bersama cabai rawit atau saus tomat.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Mungkin resepmu lebih mahal daripada makanannya. Akan tetapi, pahala dari ilmu yang kau bagi jauh lebih mahal.

Asri