Mantan

Aku adalah seorang gadis yang hidup dalam keluarga bahagia dan penuh cinta. Saudaraku berjumlah 6 orang semuanya laki-laki dan akulah anak terakhir yang satu-satunya perempuan. Ibu, ayah dan kakak-kakakku sangat memanjakanku. Walau sebenarnya aku bukanlah tipe anak yang suka dimanja.

Dulu aku mempunyai seorang teman dekat yang membawa kami mengukir sejarah dan merubah semuanya menjadi teman spesial. Ya dialah yang mengisi relung hatiku bertahun-tahun, bahkan sempat terpikir olehku bahwa mungkin dia tercipta untukku, jodoh dunia akhiratku.

“Salut sama kamu dari masa ospek sampai sekarang masih tetap setia dengannya, lihat aku dah 5 mantanku,” kata salah seorang teman kuliahku dulu. Entah apa yang membuatku begitu akur dengannya, entah karena aku punya banyak saudara laki-laki jadi sedikit banyak aku lebih bisa menghadapinya dengan baik dan menjadikannya nyaman disampingku.

Tepat dihari bahagia kami yaitu hari di mana kami akan menyandang gelar sarjana. Hari itu kami sama-sama kompre dan lulus dengan sangat sempurna terbukti tidak ada atau hanya sedikit saja yang harus diperbaiki untuk masing-masing skripsi kami, itu sungguh luar biasa. Tetapi kebahagiaan tersebut hilang seketika bak petir di siang hari, saat seorang gadis yang tidak kalah cantiknya denganku memberinya bunga dan sebatang coklat yang bertuliskan “LOVE”.

Mereka pergi begitu saja walau kulihat dia sijantung hatiku tidak tega meninggalkanku namun karena tangannya sudah ditarik dan dia mengikuti saja, meninggalkanku terpelongo sambil menggigil melihat betapa dekat dan mesranya mereka. Sejak saat itu kuputuskan untuk mengakhiri semuanya.

Sakit dan perih tapi itulah keputusanku. Sekali kuputuskan maka berlaku untuk selamanya. Blokir semua akses yang berhubungan dengannya segera kulakukan. Menjauhinya di kampus juga telah ku pastikan.

Sekarang aku adalah seorang guru dan juga seorang ibu dari satu putriku yang baru saja berumur 3 bulan. Suamiku juga seorang guru yang sangat menyayangi keluarga kami. Tempat kerja kami berbeda, sekolahku arah ke Utara dari rumah sedangkan sekolahnya arah ke selatan. Namun dia tetap dengan senang hati menjemput antarku ke sekolah.

Sekarang sekolah kami kedatangan kepala sekolah baru. Dialah laki-laki ganteng yang ramah dan mudah senyum. Banyak yang bilang, kepsek baru sekarang masih muda dan baru saja mengemban jabatan pertama sebagai kepala sekolah dari yang sebelumnya guru biasa di sekolah lain. Bahkan dia tergolong sebagai kepsek termuda di masa ini. Konon kabarnya dia rebutan para guru yang masih gadis di sekolahnya bahkan sekolah tetangga juga. Tetapi dia hanya membiarkan itu berlalu begitu saja. Banyak orang tua atau para guru senior yang menginginkannya agar bisa dijadikan menantu.

Setelah temu ramah diadakan, ku hanya bisa melihatnya dengan senyum getir dan menghela nafas panjang. Kenapa harus dia yang jadi kepala sekolah di sini, kenapa kami harus dipertemukan lagi. Semua harus kulewati dengan baik tanpa membawa-bawa masa lalu yang telah membuat hatiku hancur berkeping-keping ketika pimpinan itu adalah mantanku. Walau kudengar dari salah seorang teman kuliahku dulu bahwa alasannya belum menikah sampai sekarang adalah karena ingin menungguku dan menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi. Hmmm

nubarnulisbareng/meria