MANISNYA HIDUP

Hidup itu teka-teki, penuh perjuangan untuk menyelesaikan. Penuh kejutan dan masih banyak lainnya. Tak tahu apa yang akan terjadi, namun manusia punya susunan strategi untuk menghadapinya.

Itulah mengapa manusia di beri akal dan kelebihan lainnya oleh Tuhan. Tapi tak jarang banyak manusia mengabaikan, hingga terkadang pendek akal dan sering kali mengambil keputusan tanpa pertimbangan.

Mendengar hanya dari satu sisi, hingga terkadang memaksa menutup rapat telinga sebelah nya. Terkadang memaksa keadaan tanpa ingin mencari tahu kenyataan.

Miris, sebab hanya sakit hati dan rasa tak berdaya setelahnya. Maukah kembali menelaah, menelusuri sedari awal apa yang terjadi?

Kebanyakan tidak, sebab ego menjadi salah satu penyebab nya. Jangan jadikan lara di hati sebagai pisau yang bisa kapan saja tertancap ke lain hati. Jangan, karena sungguh bekasnya akan selalu ada, meski bibir bisa kembali tersenyum.

Dan tidak semua hal bisa kita ceritakan pada semua, kadang kita butuh sendiri. Meski sejatinya manusia adalah makhluk sosial.

Bukan berarti kita tidak mau berbagi kebahagiaan atau cerita hidup. Hanya saja ada hal-hal yang ingin dinikmati sendiri dengan pertimbangan banyak hal yang mungkin tidak bisa di mengerti oleh semua orang, kecuali kita yang menjalani.

Hidup juga belajar untuk saling.

Saling mengerti, menghormati, menyayangi, toleransi, memaafkan. Karena dengan saling, maka isi dari hidupmu akan penuh dengan warna. Meski tak luput dari problem, namun yakin saja, Tuhan sedang berencana untuk kehidupan kita selanjutnya.

Introspeksi diri menjadi kunci dalam suatu kehidupan, menata diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Apabila seseorang tidak bisa melihat kesalahan dalam dirinya, maka ia akan terus melihat kesalahan dalam diri orang lain.

Maka selalu bersyukur akan hidup yang Tuhan beri, karena kebahagiaan bukan karena memiliki banyak hal, tetapi karena ia tidak membandingkan miliknya dengan milik orang lain.

Nubar/nulis bareng/ Dini Maysayu

Hosting Unlimited Indonesia