Manaqib

Managib

Managib menurut bahasa adalah kisah kekeramatan para wali (W.J.S Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1990). Sementara menurut istilah managib adalah cerita-cerita mengenai kekeramatan para wali yang biasanya dapat didengar pada juru kunci makam, pada keluarga dan muridnya, atau dibaca dalam sejarah-sejarah hidupnya (Abu Bakar Aceh, Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf).

Manaqib berasal dari bahasa Arab, dari lafadz “naqaba, naqabu, naqban”, yang berasal menyelidiki, melubangi, memeriksa dan menggali. kata “manaqib” adalah jama’ dari lafadz “manqibun” yang merupakan isim makan dari lafadz “naqoba”.

Dalam Al-Qur’an lafadz “naqaba” disebut tiga kali dalam berbagai bentuknya, yaitu “naqaba,naqban”, dan “naqiba”. diantaranya adalah :

Surat Al-Kahfi ayat 97 yang berarti menolong :

فمااستطاعواأن يظ هروه ومااستطاعواله نقبا (الكهف :٩٧)
 Artinya :
“Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat (pula) menolongnya”
Surat Qaf ayat 36 yang berarti menjelajah :

وكم أهلكناقبلهم من قرن هم أشدمنهم بطثافنقبوأ فلبلآد هل من محيص (ق:٣٦)
Artinya :
“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya dari pada mereka ini, maka mereka ( yang telah di binasakan itu ) telah pernah menjelajah beberapa negri. Adakah ( mereka ) mendapat tempat lari (dari kebinasaan).”
Melihat arti lafadz “naqaba” pada ketiga ayat di atas, ternyata ada kesesuaian dengan arti lafadz “naqaba”. ayat 36 surat Qaf yang berarti menjelajah sejalan dengan salah satu tujuan munculnya manaqib, yaitu menyelidiki, menggali, dan meneliti sejarah kehidupan seseorang untuk selanjutnya disiarkan kepada masyarakat umum agar menjadi suri tauladan.
Dalam pembacaan manaqib ini biasanya salah seorang memimpin bacaan yang terdapat dalam kitab manaqib. Sementara yang lainnya dengan khusu’ mendengarkan secara aktif dengan memuji Allah dengan kalimat-kalimat yang terdapat dalam Asmaul Husna. Bagi yang mengerti bacaannya dapat menyelami lebih dalam maksud dan pelajaran-pelajaran dari isi kitab tersebut. Sebab di dalamnya berisi perikehidupan, kebiasaan dan kelebihan-kelebihan dari Wali Allah. Bagi yang tidak mengerti akan diterangkan oleh gurunya.