MAIN TIK TOK BIAR VIRAL

Main Tik Tok Biar Viral

“Naya, nanti sore main yuk,” ajak Rena saat pulang sekolah (ceritanya belum ada corona).

“Oke. Main sama siapa aja?” tanya Naya.

“Aku ajak Bona dan Sari juga. Kalau rame jadi tambah seru kan?” ujar Rena bersemangat.

Sore hari mereka berempat berkumpul di taman dekat rumah Rena.

“Main apa nih yang seru?” tanya Bona sambil melihat sekeliling mencari ide.

“Main petak umpet aja gimana?” Naya memberi saran karena taman dekat rumah Rena sangat asik untuk dijadikan tempat bersembunyi.

Namun, Rena dan Sari tidak setuju.

“Main petak umpet sudah ngga seru lagi, sudah ketinggalan zaman. Iya kan Ren?” Sari meminta dukungan pendapat dari Rena.

“Betul. Lihat nih, aku sudah bawa hp untuk kita main tik tok. Seru kan. Banyak lagu dan gerakan-gerakan yang lagi viral.” Jelas Rena pada Naya dan Bona agar mereka mau main tik tok.

“Siapa tahu nanti kita jadi viral dan terkenal ya Ren,” ujar Sari dengan mata berbinar membayangkan dirinya terkenal.

Naya dan Bona tidak sependapat dengan Rena dan Sari. Mereka berdua tidak mau jika harus bergoyang-goyang atau berekspresi tanpa memiliki tujuan yang jelas. Ibu dan Ayah Naya pernah menasihati agar melakukan sesuatu yang dapat memberi manfaat untuk orang lain.

“Kalau begitu, aku ngga ikutan main deh. Maaf ya Ren,” ujar Naya dengan suara lembut.

“Kenapa Nay? Coba dulu aja, seru lho.” Sari masih berusaha membujuk Naya agar mau ikut.

Belum sempat Naya jawab, Bona tiba-tiba berkata bahwa dia juga tidak mau ikut main tik tok.

“Aku pikir kita akan main yang seru-seru mumpung lapangan sepi nggak ada yang main bola tuh. Eh ternyata pada mau main tik tok. Aku nggak mau terkenal, soalnya repot nanti banyak yang minta foto dan tanda tangan. Terkenal jadi anak pintar dan sholehah sih aku mau, tapi kalau terkenal jadi anak tik tok nggak deh,” kata Bona yang diikuti tawa dari semua.

“Baiklah, kalau kalian nggak mau ikut main tik tok ya tidak apa-apa. Aku dan Sari mau tetap main tik tok ya, mumpung hp nya di pinjamkan sama Ibuku,” Rena berkata santai bahkan sudah mulai bergaya di depan kamera.

Naya dan Sari memutuskan pulang saja. Mereka juga ingat masih ada PR yang harus dikerjakan.

Pesan dari cerita: orang tua perlu memberi arahan dalam kehidupan pergaulan anak sehari-hari, tegas dalam memberi batasan tentang sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, selalu memberi penjelasan logis tentang sebab akibat suatu perkara, menanamkan nilai-nilai moral dan agama.

Nulisbareng/ibunyanajma