Maaf

by: Denok Muktiari

Tak sangka bahwa wabah ini akan membawa dampak yang luar biasa. Pada awalnya hanya berpikir ah itu hanya di negeri orang,  justru sekarang berkunjung di negara kita Indonesia. Lebih dekat di wilayah tempat tinggal bahkan tetangga pun sudah ada yang positif karenanya.

Ya Alloh ini beneran ta? Bukan mimpi? Dan masih belum percaya, kalau ini benar-benar nyata. Covid – 19, sebuah virus yang sejenis dengan SARS, MERS, dan flu burung. Memang virus ini pernah masuk di Indonesia beberapa tahun silam. Namun Covid -19 belum ditemukan vaksinnya hingga sekarang.

Sungguh luar biasa dampak yang diakibatkan dari masuknya virus ini. Salah satunya berbagai pemberitaan di media terutama media online yang erat kaitannya dengan tingkat keimanan dan ketaqwaan umat manusia yang mulai jauh dari Tuhannya. Kejahatan, tindak kriminalitas, asusila, pembunuhan, penculikan, pemimpin yang tak amanah, sampai perilaku menyimpang sangat banyak kita jumpai di sekitar kita. Apakah ini suatu peringatan atau azab-Nya? Wallahualam.

Entah kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Apakah masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri? Atau sebaliknya tetap cinta akan dunia, semakin dijauhkan dari-Nya dan semakin tak tahu ke mana arah jalan terus melangkah. Gelap tanpa ada cahaya penerang.

Mohon maaf, perbanyak istighfar pada Alloh SWT. Perbaiki kualitas ibadah, istiqomah, banyak baca salawat, dan sedekah. Sebagai upaya mendekatkan diri kepada-Nya agar dijauhkan dari segala musibah.

Maaf juga disampaikan kepada kedua orang tua, saudara, sahabat, guru-guru, dan semua orang yang mengenal kita. Bagaimana pun sebagai manusia tak luput dari yang namanya kesalahan. Meski ini belum memasuki bulan Syawal apa salahnya jika permohonan maaf kita sampaikan.

Tak lupa tetap berpikir positif, sabar, dan tawakal. Karena pikiran yang positif mampu membangun benteng imunitas di tengah wabah yang terus merajalela. Memanfaatkan waktu di rumah sebaik mungkin agar tak ada penyesalan di kemudian.

Sungguh wabah ini telah mengingatkan kembali tugas kita sebagai manusia. Beribadah dan sujud kepada-Nya. Manusia yang berakhlak, berilmu, serta memanfaatkan ilmu selalu berada dalam koridor jalan-Nya yang penuh dengan ridho.

Malang, 27 Maret 2020