Lupus Bisa Sembuh

Sumber foto: Web Lupus Care RS. Sardjito Yogjakarta edit by Meitu

Melanjutkan tulisan kemarin Mengenal Penyakit Lupus, saya menuliskan kembali pengalaman saya Lupus Bisa Sembuh yang sudah dishare oleh web Lupus Care Jogja pada tahun 2018. Ini ada sedikit revisi sebagai New Edition.

Puji dan Syukur kepada Tuhan atas bimbingan dan rahmatNya yang tak pernah habis dalam hidup saya, sehingga bisa menulis pengalaman sembuh dari penyakit yang mematikan LUPUS, untuk support orang yang membutuhkan.

Pada tahun 2004 dokter memvonis saya sakit autoimun yang sering disebut Lupus, bagai ada petir menyambar muka saya disiang bolong. Saran dokter:

1. Larangan makanan banyak sekali dan semua kesukaan saya. Dari sambal, kopi, mie instan dan makanan minuman yang mengandung pengawet. Sudah saya ikuti tapi hasil cek darah lebih buruk dari sebelumnya. Saya tarik kesimpulan makanan asal tidak berlebihan hanya 10% pengaruh buruk di tubuh. Pengaruh utama adalah pikiran negatif. Saat orang stres, makanan yang masuk berubah kimianya.

2. Tidak boleh punya anak karena resiko pendarahan sangat berbahaya.

3. Minum obat seumur hidup karena lupus tidak bisa sembuh.

Tiap hari saya harus minum jambu merah yang kata orang bisa menaikkan trombosit, tapi kenyataannya tidak ada perubahan. Bagaimana rasa hati ini tiap hari ke rumah sakit cek trombosit yang makin turun. Lupus yang saya derita adalah kelainan darah yang menyerang trombosit/sel pembekuan darah,sehingga resiko pendarahan sewaktu-waktu bisa terjadi.

Bagaimana mungkin tanpa kekuatan Tuhan saya bisa bertahan. Dengan perasaan was-was karena dokter pesan berhati-hati kalau sikat gigi pun bisa pendarahan. Banyak tipe lupus,tapi saya tidak jelaskan di sini. Hanya cara penyembuhan saja yang perlu saya jelaskan. Dari pengalaman, ukuran tekanan darah, darah rutin (hb, eritrosit, trombosit dll) tidak masalah sedang tinggi atau rendah asal tenang.

Kunci Penyembuhan:

  1. Pertobatan: menyadari sebagai manusia berdosa.
  2. Pengampunan: mau memaafkan orang-orang yang menyakiti.
  3. Berdoa dan merenungkan ajaran Tuhan.
  4. Semangat

Puji Tuhan saya belajar meditasi sudah sejak th 2000. Ternyata banyak sekali manfaat meditasi:

  1. Relasi kita dengan Tuhan semakin dekat. Saat badai menerpa, saya dimampukan berserah sepenuhnya pada Tuhan sehingga terjadi Mujizat.
  2. Mampu menerima hal yang tidak sesuai keinginan.
  3. Tahan sakit dan siap menghadapi hal terburuk.
  4. Automatic Protection: terhadap kata-kata yang membuat down maupun serangan fisik dan black magic bisa mental.

Masih banyak lagi manfaat meditasi. Saya hanya sebutkan garis besarnya saja yang membantu penyembuhan penyakit dan masalah apapun.

Setelah saya ikut retret/penyembuhan batin, dalam kelemahan saya bisa berserah sepenuhnya bila memang harus kembali ke pangkuanNya. Dengan kekuatan Roh Kudus ternyata ada mujizat yang terjadi, diluar pikiran saya. Pulang dari retret saya hamil, padahal dokter bilang susah dan resiko tinggi.

Sebenarnya ini berita gembira ya, karena dokter katakan resiko yang ngeri itu, perasaan saya hambar. Saya hanya berdoa pasrah dengan segala resiko. Kuasa Tuhan berkata lain, dengan kehamilan saya ini, trombosit yang hanya 11.000 padahal normal 150.000 langsung melejit 200.000. Saya seolah tak percaya dengan keajaiban ini. Memang obat lupus hormon tingkat tinggi.

Pernah suatu kali waktunya cek dokter untuk menentukan perlu suntik buat janin apa tidak, karena untuk penderita lupus yang hamil tidak bisa menyalurkan nutrisi ke janin. Saya bertanya pada dokter dulu perlu cek darah ACA apa tidak. Katanya tidak perlu. Ya sudah saya ke dokter, sampai di Semarang dokternya bilang perlu cek darah.

Waktu itu kesal juga karena hasilnya harus menunggu 1 minggu. Jadi ke dokter cuma tensi dan membayar 100 ribu. Puji Tuhan saya sudah komitmen mengubah pola pikir. Ya sudah saya terima. Ternyata hasil cek darah ACA (Anticardiolipin Antibody) negatif jadi tidak perlu suntik tiap hari ke janin.

Betapa senang hati ini. Makanya sampai saat ini kalau ada hal yang menyebalkan, saya imani ada berkat di balik hal yang tak menyenangkan. Saya pikir coba waktu itu cek darah saat tanya dokter, pasti hasilnya jelek. Jatuh bangun saya hadapi hari-hari kehamilan saya.

Saya meditasi sambil mendengarkan musik dari lagu keroncong, dangdut, rock, klasik. Saya sengaja mendengarkan/ menerima sesuatu yang tak sesuai kesukaan saya. Ternyata saat saya belajar menerima musik itu, di tubuh terasa damai sekali. Dari situ saya sadari dengan menerima apapun yang tidak sesuai, semuanya baik-baik saja. Membuat pola pikir lebih fleksibel.

Hasil meditasi benar-benar luar biasa. Dokter bilang tidak bisa hamil ternyata bisa. Tidak bisa saya pungkiri sebagai manusia biasa, up and down alias galau tak bisa saya hindari. Trombosit sempat turun 75.000 pada detik-detik menjelang melahirkan.

Saya terus berdoa mohon kekuatan dan mujizat supaya tidak transfusi trombosit. Suntikan nantinya akan pengaruh ke mental anak. Puji Tuhan dokter mengatakan berani operasi caecar bahkan dengan trombosit 50.000 sekalipun.

Semua berjalan lancar sampai lahir seorang putri yang cantik tanpa kurang suatu apapun pada tanggal 12 Februari 2008. Bayangkan masih merah dan mungil begitu langsung dicek darah, golongan darah dan jantung/EKG. Sangat menyedihkan melihat bayi baru berapa jam harus disuntik ambil darah.

Dokter mau memastikan apakah bayi sehat atau terkena lupus juga. Ternyata bayi bernama Aurelia Wibowo sehat sempurna. Senang sekali rasa hati ini.

Bahkan dokter ahli darah RS Kariadi Semarang, dr Mika L Tobing mengatakan lega sekali karena ibu dan bayi selamat semua. Mujizat itu nyata sampai saat ini. Dokter pun ada was-was karena banyak pasien meninggal.

Waktu itu keberhasilan saya sebagai penderita lupus yang bisa melahirkan dengan selamat dan bayi normal menjadi bahan penelitian di RS Kariadi. Saya sungguh bersyukur dengan pengalaman pahit yang bisa saya lalui dengan kekuatan Tuhan. Meditasi bisa menyelesaikan segala perkara, baik sakit penyakit maupun masalah dunia yang tidak bisa kita hindari.

Justru sebagai pelajaran berharga dan semakin menguatkan iman kita apapun agamanya. Segala kemungkinan terburuk secara medis tidak terbukti saat kita berserah dan percaya pada Tuhan. Sampai sekarang saya sudah lepas obat.

Pesan saya buat penderita lupus dan semua penyakit maupun masalah berat yang seolah tidak mungkin bisa diatasi, yakinlah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita hanya bisa menyerahkan saja ketidakberdayaan kita sebagai manusia lemah. Pasti kekuatan Ilahi yang menyelesaikan semuanya.

Segala penyakit bisa sembuh, segala masalah bisa diatasi dengan pembersihan hati rutin.

Selamat berjuang tuk meraih kesembuhan khususnya buat penderita Lupus. Tuhan memberkati kita semua. Mohon maaf bila ada salah kata karena ini tulisan saya yang pertama.

Info lebih lanjut tentang pengalaman sembuh dari penyakit lupus bisa hubungi saya di facebook https://www.facebook.com/wenny.kartikasari atau WA 0817446530.

Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati kita semua.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari