LIKE A CANDLE

Pernahkah kalian bertemu orang dengan tipe lilin? Hm, jangan-jangan malah kalian sendiri yang seperti itu atau malah kalian belum mengerti, apa sih tipe lilin itu?

Bisa disebut tipe lilin karena biasanya orang tersebut bersifat seperti lilin. Dia akan membiarkan dirinya terbakar, demi menerangi sekitarnya. Dia rela sakit asalkan dapat menolong orang lain. Sayangnya orang dengan tipe lilin sangat sering dimanfaatkan oleh orang lain.

Ada salah seorang yang saya kenal memiliki sifat seperti ini. Berkali-kali disakiti oleh orang yang sama tapi tetap datang menawarkan pertolongan ketika orang jahat itu kesusahan. Entah terbuat dari apa hati orang dengan tipe lilin ini?

Anehnya, si tokoh antagonis ini, alih-alih meminta maaf dan menyadari kesalahannya, malah kembali lagi menyakiti. Terus seperti itu, berulang lagi dan lagi. Bahkan saya yang sebagai penonton saja lelah melihatnya.

Berkali mendoakan agar tokoh antagonis menyadari perannya yang begitu sadis. Menyadari kekeliruannya dan merubah diri menjadi manis. Sehingga terjalin hubungan yang harmonis.

Tak putus pula mendoakan agar si tipe lilin, sekali-kali dapat menutup mata. Menghentikan peran diri sebagai dewa. Sehingga si antagonis dapat berpijak di alam fana.

Namun itu semua masih berupa doa. Entah kapan terwujud menjadi nyata. Sangat berharap akan datang masa itu dengan segera.

Dalam hati terus muncul tanya terpaut. Sampai kapan ini akan berlanjut? Sampai ajal datang menjemput?

Nubarnulisbareng/ Ria Fauzie