Liburan Lebaran Tanpa Pembantu

Bagi kebanyakan orang yang sudah terbiasa ada pembantu di rumah adalah hal berat jika pembantu libur pada waktu lebaran. Dulu aku pun sering emosi saat pembantu mudik lama. Puji Tuhan setelah berdamai dengan diri sendiri, lebih bisa memaklumi bahwa pembantu juga perlu istirahat.

Apalagi aku sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga sejak kecil. Masa libur lebaran pun menjadi hal biasa walaupun tanpa pembantu. Bahkan aku bisa merasakan bahwa pekerjaan rumah tangga nggak ada selesainya.

Melihat kebiasaanku melakukan pekerjaan rumah tangga, membuat anakku Aurel tergerak melakukan juga sejak kecil. Aku bersyukur karena keluarga kecilku saling membantu, termasuk suamiku Kojianto sehingga pekerjaan cepat selesai.

Pentingnya mengajarkan anak melakukan pekerjaan rumah tangga sejak kecil, membuat anak tidak bossy. Suka memerintah dan tidak mau melakukan sendiri bahkan pekerjaan kecil sekalipun. Dengan zona nyaman zaman sekarang membuat banyak sekali anak seperti itu.

Sungguh memprihatinkan! Padahal hidup seperti roda yang berputar, sehingga kita harus segera menyadari hal ini. Tidak selamanya kita ada di atas juga tidak selalu di bawah. Cara ini mengajarkan anak untuk bisa menghadapi segala sesuatu, baik yang menyenangkan maupun tidak.

Lebih baik belajar Mindfulness dalam keseharian kita. Aku sendiri mempraktekkan saat pekerjaan menumpuk. Menyadari bahwa pekerjaan banyak. Aku menyelesaikan satu per satu yang penting dulu.

Hasilnya sangat menyenangkan, pekerjaan selesai tanpa harus berteriak minta bantuan anak atau suami. Mereka dengan sendirinya ikut turun tangan. Luar biasa kalau kita mau benar-benar melatih kesadaran dalam melakukan kegiatan apapun selama hidup.

Liburan lebaran tanpa pembantu jangan sampai menjadi beban buat kita. Betapa indahnya kalau kita mengalir saja menjalani kehidupan dengan penuh sukacita.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari