Lekas Bangkit Lalu Berakit

Lekas Bangkit Lalu Berakit

itu jantungmu memang suwung
dan sepasang mata tak lupa menangis
karena kehilangan pemandangan
pun kaki tak bisa lari dan pergi
meninggalkan sejumlah kisah njarem

aku tahu lukamu terlampau nyeri
tersebab orang-orang cuma mencela
dan memandang receh, terlebih
dompetmu tumbuh musim paceklik
apalagi rupamu, apalagi rumahmu
terlebih masa depan yang dianggap
buntu oleh nyinyiran mulut warga

siapapun berhak senyum dan
menaruh cintanya ke dada kekasih
begitupun engkau yang dicipta
memang untuk jatuh cinta

kalaupun sayap memar mengepak
di dadamu, rawatlah doa dan malam
segalanya bisa menukik dan
mengudara cuma dengan ‘Kun’

kau mesti tahu bahwa di dadamu
ada lazuardi paling berharga
dan kau mesti menjaganya sepenuh cium
sebab namamu bakal besar
dan terbang seperti elang yang
tak sesekali menanam keputusasaan
di jantung: tidak sama sekali

jangan lagi menangis karena mulut belati
atau putus aja tersebab mulut warga
jadikan segala caci sebagai tangga yang
menjadikanmu tinggi

silakan berakit ke seberang sana
cari cahaya yang akan menuntunmu
ke masa depan yang baru

2020

Rumahmediagrup/awiyazayan