LDM (Long Distance Marriage)

Apa sih yg terlintas dibenak kalian yang sudah menikah tentang hubungan rumah tangga jarak jauh ini ? Kalau diantara kalian pernah mengalami nya atau sedang menjalani nya, satu kata yang bisa terucap dari mulutku saat ini itu sangat berat. Lebih berat dibanding menjalani LDR, karena apa cobaan yang datang pun lebih banyak banget.

Karena masalah yang timbul dari cobaan hubungan LDM ini mencakup segala aspek kehidupan berumah tangga. Apalagi yang sudah memiliki momongan, seorang ibu harus menjalani dua peran sekaligus  dalam satu waktu yaitu peran ibu dan ayah untuk anak-anaknya.

Menuju 5 tahun menjalani LDM dalam pernikahan yang berumur 7 tahun ini, aku banyak sekali belajar dan mengambil hikmah dari setiap masalah yang datang menghampiri. Bukan tanpa alasan kami berdua menjalani seperti ini, karena terpaksa oleh sebuah pekerjaan. Pekerjaan yang dari nya kita memperoleh banyak pemasukan dalam menopang kehidupan rumah tangga kami.

Lelah gak sih ? Jika dirasa semakin berat tentu nya  sangat lelah sekali dari fisik dan mental kita masing-masing. Aku sebagai seorang ibu rumah tangga yang kalian tahu lah pekerjaan tanpa mengenal jam kerja, tanpa mengenal sehat atau sakit, akan selalu dikerjakan karena itupun sebuah kewajiban bukan ? Apa jadi nya kita sehari absen pada tugas ini mungkin tak hanya cucian yang menumpuk, cacing dalam perut anakpun bisa demo besar-besaran.

Semua ada fase nya dalam menjalani hubungan ini, mungkin awal nya terasa sangat berat lebih melow, namun sadar apa tidak kita justru semakin kuat nanti nya karena telah terbiasa. Tapi sungguh semakin aku jalani dengan dua anak lucuku, ini semakin menguras semua energi pada tubuh dan pikiran. Ada fase dimana  aku pun muak menjalani keadaan seperti ini justru inilah yang akan memperberat sebuah kisah cinta LDM.

Karena dipikiranku anak juga butuh sosok ayahnya, butuh sosok yang membersamai mereka meski hanya separuh waktu dalam 24 jam. Karena semakin umurnya  beranjak bukan hanya mainan, makanan kesukaannya, quality time seharian bersama ayahnya tapi mereka juga butuh kedua orang tua nya hadir secara bersamaan di setiap hari nya.