“Labbaik Allahumma labbaik”

Pengeras suara kembali terdengar tentang pengumuman bahwa malam ini adalah pemberian jatah makan terakhir, jadi selama tiga hari kedepan menjelang wukuf Jamaah Haji asal Indonesia tidak mendapatkan jatah makan karena para juru masaknya persiapan berangkat ke Mina.

Begitupun saat nanti kembali dari Mina selama 3 hari juga tidak mendapatkan jatah makan siang dan malam, jadi total selama wukuf dan Jumroh 6 hari jamaah haji tidak mendapat makan. Pembimbing haji terus mengingatkan berbagai macam persiapan yang akan dilakukan, baik pengetahuan, mental dan fisik.

Televisi di Indonesia biasanya gencar memberitakan laporan haji saat akan adanya pelaksanaan wukuf, tenda – tenda di Mina dan persiapan tenda di Arafah menjadi berita haji di setiap tahunnya. Tapi tahun ini tidak kita saksikan karena pandemi ini. Semoga pandemi ini cepat teratasi.

Bagaimana jadinya apabila umat Islam tidak bisa melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun islam yang ke 5 untuk selamanya, naudzubillahi min dzalik. Walaupun pemerintah Arab Saudi sebelumnya pernah lebih dari 20 kali menutup masjidil haram untuk kegiatan haji. Karena masalah wabah dan bencana. Semoga umat Islam kembali bisa bertawaf dimasjidil Haram dan menghamparkan doa di Raudhah.

Wukuf di Arafah adalah tempat dimana puncaknya ibadah haji bagi umat Islam. Ilmu, kondisi fisik, mental, keluasan hati dan kesabaran, berlipat gandanya dalam menahan segala bentuk keinginan sebagai modal agar menjadi wukuf yang bermakna sesuai tuntunan haji dan amalan haji yang diterima oleh Allah Swt.

Wukuf adalah penjelmaan dari sabar yang luar biasa, keikhkasan yang tiara tara serta cinta dan kasih sayang yang menggunung pada sesama, semoga Allah mudahkan, sabarkan dan selamatkan bagi yang saat ini bisa melaksanakan ibadah haji

Udara dan cuaca yang panas, bau keringat dan badan, karena saat wukuf tidak diperbolehkan untuk memakai wangi-wangian, begitupun saat mandi dan sikat gigi tidak di perkenankan ada aroma wangi dari sabun dan pasta gigi. Banyak yang memilih tidak mandi karena kondisi dan keadaan serta menghindari “Dam” kalau untuk perempuan takut auratnya terbuka serta ada rambut yang tercabut.

Arafah saat ini berbeda kondisi dan situasinya karena hanya 1000 jamaah saja yang bisa berhaji di tahun ini. Itupun dengan protokoler Covid yang ketat, semoga semua yang saat ini dapat menjalankan ibadah haji, Allah selamatkan, mudahkan dalam ibadah haji sampai dengan saat melempar jumrahnya.

Saat melempar jumroh juga di perlukan kondisi fisik yang kuat harus berjalan kaki kurang lebih 6 km, untuk pulang pergi jumroh. Tetapi kesemuanya akan terasa indah dan ringan saja, bila semata karena memang merindukan perjumpaan beribadah yang saat menunggu waktu berhaji memerlukan waktu yang lama. Berbahagialah mereka yang dapat memetik semua pelajaran yang berharga dalam ibadah haji, sehingga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah dengan maksimal saat di Mekah dan Madinah. Wallahu a’lam bisshowab.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Tulisan : Dari berbagai sumber

Sumber Gambar : Cukil dari whatsapp