Kontrak Kerja

Teman-temanku sudah terlebih dahulu mengurus inpasing sudah hampir setahun yang lalu, sedangkan aku bersama satu teman lagi belum mengurusnya di karenakan kami yang tinggal berdua memang belum siap saat mereka mengurusnya, karena ada keperluan dan kegiatan lain

Kemarin di group Whatapps, mereka yang sudah mengurus dan dianggap sudah lolos untuk perberkasan yang lalu, akan kembali ke kemendikbud, ada beberapa berkas lagi yang harus di serahkan, dan kami berdua ditawarkan untuk kembali ikut mengurus inpasing ini. Setuju kami untuk ikut, bersiaplah kami karena ada beberapa kelengkapan administrasi yang harus di lengkapi, salah satunya adalah SK Yayasan.

Satu persatu persyaratan di kumpulkan, mulai dari tahun pertama mengajar sampai dengan saat ini. Saat mencari SK Yayasan, terlihat ada amplop surat berlogo yayasan, yang menarik perhatianku, amplop apa ini?, batinku dalam hati. Ku buka dan ternyata adalah surat perjanjian kontrak kerjaku, kulihat kubaca lagi Ya Allah….

Berapa gaji yang di terima berikut rinciannya, tertera berapa gajiku saat itu. Ya Allah betapa besar kasih sayang-Mu, sampai saat ini Engkau cukupkan terus Rezekiku oleh-Mu. Terima kasih ya Rabb. Semoga kami Engkau golongkan sebagai hamba-Mu, yang senantiasa menyuburkan rasa syukur.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.QS : Ibrahiim : 7

Terbayang kembali saat aku merengek pada suamiku untuk kembali bekerja, akhirnya diizinkan karena anakku yang kecil sudah di kelas 3 SD, dan aku mengajar yang lokasinya tidak jauh dari rumah.

Saat awal wawancara teringat satu persatu tergambar kembali, saat wawancara dengan kepala sekolah saat interview, beliau menegaskan bahwa bila diterima mengajar disini maka gaji yang diterima sangatlah kecil.

Begitupun saat wawancara dengan yayasan, kembali ditanya apa alasannya mau mengajar disini. Dan ku sebutkan salah satunya adalah karena dekat dengan rumah sehingga di izinkan suami untuk mengajar disini.

Ada satu permintaan yang ku ajukan saat wawancara yaitu “bolehkah ketika anakku pulang sekolah aku izin sebentar untuk menjemputnya” karena kalau menurut perjanjian kerja, aku belum boleh pulang masih jam kerja. Dan di sepakati boleh syaratnya siswa sudah pulang semua.

Tanpa terasa sudah sepuluh tahun lebih sedikit, aku berada di sekolah ini, ada yang datang dan pergi, pergi karena suami pindah kerja, pergi karena ingin punya anak, dan hubungan silaturahiim masih tetap terjaga meskipun tidak mengajar lagi.

Suka duka telah di lalui, rasa kesal, sedih, cape,bahagia, tertawa, bercanda saling ledek, bekerja sama, saling bantu, saling menguatkan jadi bagian kenangan kami. Terima kasih ya Allah, masih Engkau persatukan kami dalam satu wadah yaitu menjadi seorang guru.

Ada beberapa teman yang sudah memiliki mantu dan memiliki cucu, hubungan kami sudah sedemikian dekatnya sehingga satu dan lainnya sama-sama sudah seperti saudara, di persatukan oleh zat yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Semoga terus Allah ridhoi dan berkahi kami dalam mendidik, semoga ke istiqomahan senantiasa subur ada dalam cita – cita kami untuk mendidik siswa kami menjadi generasi Rabbani. Aamiin Ya rabbal alamiin.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Gambar : Foto Koleksi Pribadi.