Koin Untuk Impian

Koin Untuk Impian

Sebagai orang tua tentu kita ingin selalu memberikan yang terbaik untuk si kecil. Berusaha memenuhi segala kebutuhan dan juga keinginannya. Namun, jangan sampai hal tersebut malah membuat dirinya menjadi manja. Kita juga perlu mengajarkan bahwa tidak semua hal yang diminta akan selalu dituruti. Ada kalanya ia harus bisa menahan diri dan mengerti dengan alasan yang diberikan.

Contohnya seperti yang saat ini terjadi di rumah. Si kecil terus merengek minta dibelikan mainan lego. Berbagai cara ia perbuat agar keinginannya itu dapat kami – ayah dan bundanya – penuhi, dari rayuan hingga tangisan.

Ketika dihadapkan pada kondisi demikian, kita akan selalu memiliki opsi. Membelikan atau tidak, memberikan atau tidak. Kedua pilihan tersebut tentu memiliki konsekuensi.

Langsung membelikan, kemudian memberikan membuat anak merasa segala hal dapat dengan mudah didapat dari orang tuanya. Biasanya ia akan kurang menghargai dan mempunyai rasa memiliki pada mainan tersebut.

Tidak membelikan dan memberikan akan membuat si kecil bersedih. Rasa sedih ini bisa tertanam dan menempel terus dalam ingatan hingga ia beranjak dewasa. Perasaan tidak dicintai. Meskipun kita telah memberikan alasan mengapa keinginannya tidak dapat diwujudkan.


Lalu bagaimana caranya agar kita tetap memenuhi permintaannya, namun si kecil tetap bisa belajar menahan diri?

Kami menerapkan hal ini di rumah: Sang buah hati tetap kami belikan mainan kesukaannya, namun dengan uangnya sendiri. Mengapa harus uangnya sendiri? Karena memiliki sesuatu dari jerih payah sendiri tentu lebih memiliki makna dan kebanggaan di dalam hatinya.

Lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara ia memperoleh uang? Jawabannya tentu dengan bekerja.

Tabungan koin (foto dok.pribadi)

Setiap kali berhasil membantu ibu, atau ayahnya maka ia akan mendapat satu koin dengan besaran tertentu (misalnya: seribu rupiah). Setelah ia berhasil menyelesaikan tugas rutinitasnya, seperti: membersihkan tempat tidur, belajar, hingga menggunakan gadget hanya di waktu yang ditentukan, maka ia pun akan mendapat satu koin. Namun, koin itu akan diambil satu tiap kali ia melakukan kenakalan. Cara ini menerapkan sistem reward and punishment.

Anak akan dididik untuk memiliki keinginan kuat dan berusaha keras memperjuangkannya dengan cara bekerja keras, bukan hanya dengan meminta. Ia juga akan diajari untuk memiliki rasa menghargai pada apa yang nanti akan dimilikinya. Selain itu, ia pun akan mengerti tentang adanya hukuman untuk sebuah kesalahan atau kenakalan.

Pertanyaan selanjutnya, apakah anak akan kehilangan ketulusan dalam membantu kedua orang tuanya? Pada awalnya mungkin iya. Ia hanya akan melakukan hal baik demi sebuah koin. Namun, lambat laun kita juga harus mengajarkan bahwa mengerjakan rutinitasnya merupakan kebutuhan dirinya sendiri. Sedangkan membantu kedua orang tua adalah sebuah kebaikan. Kebaikan yang tulus akan mendapat ganjaran langsung dari Tuhan berupa pahala.

Kini, tabungan buah hatiku baru terisi lima koin lima ratusan. Ia begitu semangat mengisi tabungannya demi bisa membeli mainan impian.

Rumahmediagrup/Asri Susila Ningrum