Kita Hanya Mampir di Dunia Ini

Kita Hanya Mampir di Dunia Ini

Apa yang kau cari kawan?

Hingga kau rela mati-matian demi mencari harta yang akan kau tinggal pergi.

Kau berani sikut kiri kanan demi jabatan yang akan kau tinggalkan.

Kau mengabaikan kondisi kesehatan demi membangun istana megah dan mengumpulkan lembaran rupiah.

Kau halalkan berbagai cara demi menggenggam harta dunia.

Sementara kau lupa?

Hidup ini hanya sementara. Ibarat mampir di warung kopi sebentar karena harus melanjutkan perjalanan ke negeri akhirat yang kekal abadi.

Perjalanan panjang menuju ke sana tidaklah mudah. Banyak kerikil tajam dan harus rela berlelah-lelah.

Di ujung sana, ada dua cabang jalan yang harus kau pilih, menuju ke surga ataukah ke neraka.

Jalan menuju surga sungguhlah berat. Terlalu curam, berkelok, dan banyak duri menghadang di jalan. Namun setelah melewati semuanya ada tempat yang sangat indah menantimu.

Sementara jalan menuju neraka sangatlah mulus. Tak kau temui kerikil tajam yang akan membelenggu perjalanan. Namun sayang, endingnya tak sesuai dengan harapan. Setelah menikmati kemudahan di perjalanan, di ujung sana kau temukan berbagai kesakitan yang tidak akan pernah kau temukan di dunia. Sakit berkali lipat yang merupakan pembalasan atas apa yang kau kerjakan selama ini.

Kau bisa menentukan pilihan sendiri, kemana kaki akan kau langkahkan. Kau sudah dewasa, sudah bisa menimbang baik dan buruknya sesuatu. Jangan kau anggap surga dan neraka hanya bualan semata, karena jelas kekasih kita, orang yang paling mulia di dunia (Muhammad SAW) telah memberikan informasinya pada kita. Akankah kamu masih ragu padanya?

Kawan, ingatlah terus bahwa di dunia ini kita hanya mampir sementara saja. Kita semua sedang berjalan menuju negeri yang belum pernah kita sambangi. Tak perlulah kita menumpuk harta duniawi karena kelak tak diperlukan lagi.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh