Kisah Ratna dan Galih (Mengikat Janji di Tengah Pandemi)

Kisah Ratna dan Galih (Mengikat Janji di Tengah Pandemi)

Berbagai media massa memberitakan korban terdeteksi positif covid 19 yang semakin hari semakin bertambah. Kondisi ini membuat pemerintah segera mengambil keputusan. Social distancing disuarakan. Stay at home digaungkan. Sekolah-sekolah diliburkan. Para pekerja menyelesaikan tugasnya dari rumah, work from home.

Ratna gelisah dan khawatir. Bagaimana jika pernikahannya harus dibatalkan? Padahal ia telah merencanakan pernikahannya jauh-jauh hari bersama Galih, sebelum terjadi pandemi.

Kedua pihak keluarga besar Ratna dan Galih telah bertemu untuk mematangkan rencana. Pernikahan telah didaftarkan di Kantor Urusan Agama. Undangan, hotel untuk resepsi, dan juga Event Organizer telah siap. Tinggal menunggu waktu pernikahan.

Dan benar saja firasat Ratna. Peraturan yang baru, tidak memperbolehkan acara besar yang melibatkan banyak orang, termasuk pesta pernikahan. Bagaimana ini? Ratna bertanya dalam hatinya.

Semua rencana berubah. Event Organizer dibatalkan. Booking hotel pun diundur waktunya hingga suasana benar-benar aman dari pandemi. Namun akad nikah tetap dilangsungkan pada tanggal dan hari yang telah ditentukan.

Hari yang ditunggu pun tiba. Kedua rombongan pengantin telah hadir di KUA. Bukan rombongan besar, karena memang hanya diizinkan 5 orang saja dari masing-masing pihak mempelai yang menghadiri akad nikah.

Semua memasuki ruangan, lengkap dengan masker dan sarung tangan, termasuk pengantinnya. Pakai masker dan sarung tangan? Ratna terdiam sesaat, membayangkan dalam foto akad nikahnya nanti semua orang memakai masker. Jika kelak anak-anaknya melihat foto itu dan bertanya, “Mama, kenapa ayah dan mama menikah dengan memakai masker? Kenapa orang-orang di foto ini bermasker semua?”, ia akan menceritakan bagaimana wabah korona begitu hebat mengancam tanah air Indonesia, bahkan dunia.

Akad nikah berjalan lancar, sederhana namun sarat makna, walau di tengah wabah virus corona. Rasa syukur yang tak terhingga dirasakan Ratna. Ia yakin selalu ada hikmah di balik bencana.

WCRumedia/yuyunkho