Ketika Sang Koki Tumbang

Dihari ramadhan yang ke 7 sang koki andalan di rumah tumbang karena terserang demam kemudian diikuti diare. Di hari ke 7 sang koki masih sanggup untuk maracik menu buka dan sahur.

Di hari kedelapan sang koki sudah berpesan pada anak gadisnya nanti saat buka puasa, ikan tongkol yang akan di masak, terserah mau di masak apa kata sang koki pada anak gadisnya. “Di cabein aja ya…” sahut sigadis. “Oke” jawabku.

Tidak lama si gadis datang ke kamar “menurut ibu mau di masak apa?”, “di gulai pakai kacang panjang” jawabku. “Kan kaka ga bisa…” jawabnya. “Bisa, kan ibu kasih tau”, jadilah gulai tongkol dan kacang panjang, dan rasanya enak.

Hari ini di hari ke 9 sang koki masih belum bisa ke dapur, maka lewat pesan whatapp dikirimnya pesan untuk anak yang bungsu, kalau kemarin dia bagian pengadaan bahan dan hari ini dia bagian yang mempersiapkan bumbu.

“De… Tolong kupasin, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, langkuas, sereh ya…” “Terus petikin cabe rawit buat sambel soto”, “Ntar yang masak kaka” .” Assiaap” jawab bungsuku.

Ketika melihat adiknya sudah didapur si kaka tanya, “mau masak apa de…,” ” “ga …, cuma nyiapin aja kan yang masak kaka.” Kata bungsuku. “Kata siapa?” ” Kata ibu tanya aja ke ibu.”

Si kaka langsung kekamarku, “emang yang masak kaka bu…?” , “Iya masak soto” kata ku. “Mana bisa  Kaka masak soto,” jawab ku kalem, “emang belum lihat wa ibu?… Lihat di wa udah ibu kasih tau caranya.”

“Ka…. Masak soto ya… Imel lagi siangin bumbunya.” Bumbunya : Bawang merah 7 siung, bawang putih 7 siuang, kemiri 4 butir, kunyit 2 ruas jari, jahe 1 ruas jari. Semua bumbu diatas di goreng, setelah itu haluskan bersama ketumbar bubuk”.

“Keprek sereh, lengkuas, masukkan kedalam kuah soto. Bersama dengan 3 lbr daun jeruk dan 3 lembar daun salam. Selanjutnya rebus cabe yang sudah di petikin imel, angkat cabe yang sudah di rebus, kemudian  rendam toge pada air mendidih bekas rebusan cabe. Jangan lupa iris halus daun bawang ya…”.

“Ayah bagian yang goreng emping ya…” Kataku mengingatkannya. “ayah kata ibu yang masak emping ayah” “oke….” jawab suamiku.

Kudengar dari kamar kedua gadisku membahas tulisan cara masak yang aku kirimkan. Aku senyum senyum dari kamar karena memang sengaja aku tulis seperti itu.

Saat koki tumbang semua harus masuk dapur, aku ga pernah paksa anakku untuk masak,  sama seperti ibuku dulu memperlakukan aku seperti itu, tapi ketika kemauan untuk memasak timbul, maka ga ada yang namanya perempuan ga bisa masak, yang penting ada kemauan. Hari ini kami berbuka puasa dengan soto hasil kerjasama.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi