KESEMPURNAAN CINTA ALLAH

Kesempurnaan Cinta Allah

Ini kisah nyata yang menunjukkan Allah itu Ar-Rahman, Ar-Rahim. Kisah ini mungkin saja tak seseru jika dibandingkan dengan kisah-kisah lain. Namun, pesan di dalam kisah ini yang ingin di angkat agar kita senantiasa berserah kepada Allah.

Beberapa hari yang lalu, aku buatkan anakku yang berusia 8 bulan saat itu makanan dengan lauk ikan. 2 ekor ikan bisa utk 4 hari makan. Selama 4 hari, ia makan dengan lauk ikan. Tentu saja karena ia masih bayi, aku harus memastikan tekstur makanan yang tepat untuknya. Bubur nasi dengan sayur dan lauk yg dicampur jadi satu menjadi menu andalan makanan utama anakku.

Saat akan memberi lauk ikan, biasanya aku akan membeli ikan yang sudah dipisahkan dengan tulang dan durinya (ikan fillet). Hal itu lebih aman supaya terbebas dari duri-duri tajam si ikan. Waktu itu aku tidak membeli ikan fillet dan juga tidak sempat memisahkan daging dengan durinya. Ikan yang kubeli adalah ikan kakap yang duri dan tulangnya tidak terlalu banyak serta cukup mudah untuk memisahkannya.

Ikan hanya ku cuci bersih dan diberi perasan air jeruk lemon. Kupotong menjadi empat bagian untuk dimakan selama 4 hari, kemudian disimpan di dalam kulkas.

Saat akan memasaknya, ikan dikukus atau digoreng terlebih dahulu kemudian aku pisahkan dari durinya sebelum dicampur di bubur. Aku berusaha untuk memastikan tidak ada duri yang tertinggal, tapi ternyata tetap saja ada yang tercampur ke dalam bubur khususnya duri yang kecil-kecil.

Hari pertama mendapati duri di dalam bubur anakku, aku bersyukur karena Allah mssih kasih perlindungan kepada anakku sehingga duri itu terlihat olehku. Aku berpikir bahwa ini sebagai pengingatan dariNya agar aku lebih hati-hati.
Hari kedua juga masih kudapati duri di dalam bubur anakku. Padahal saat proses memisahkannya, tanganku menyentuh setiap bagian daging.
Hari ketiga dan keempat masih juga ada duri di dalam bubur anakku dan alhamdulillah aku selalu melihat duri-duri itu sebelum termakan oleh anakku.

Aku merenungi kejadian ini. Hal yang sungguh sepele dari satu duri saja bisa berbahay bagi anakku. Aku pernah tak sengaja memakan duri ikan dan tertancap di tenggorokan. Subhanallah itu sakit dan sangat sulit di ambil. Bagaimana kalau itu sampai terjadi dengan anakku yang masih bayi?

Sempat berpikir bahwa aku benar-benar ibu yang ceroboh dan jadi takut untuk memberi lauk ikan yang belum di fillet. Namun, saat kurenungi lagi ternyata kejadian ini terdapat hikmah yang menunjukkan bahwa cinta Allah itu besar,

Hikmahnya:
1. ‌Kesempurnaan hanya milik Allah. Manusia itu adalah tempatnya salah.
2. ‌Allah sebaik-baik penolong. Duri yang kecil, bisa terlihat olehku karena Allah yang memperlihatkannya.
3. ‌Allah selalu menjaga hambaNya. Kejadian itu mengingatkan agar selalu minta penjagaanNya kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.
4. ‌Allah yang menetapkan takdir bagi hambaNya.

Nulisbareng/ibunyanajma