KEPERGIAN TANPA PAMIT

Sebongkah jiwa adalah rumah rumah tempat berdetaknya jantung kehidupan
Pada awalnya hanya ibulah yang menemani sepi jiwa
Sejatinya manusia tidak pernah hidup sendirian
Tuhan telah memberi teman bahkan pada nafas pertama ketika dihela di rahim ibu
Lalu titik nol usia bergeser ke titik angka berikutnya
Dari tanggal lahir pertama berlanjut setiap tahunnya berulang dirayakan
Satu persatu teman mengisi rumah jiwa
Bermain main di sana
Ada yang menaruh bahagia
Ada pula yang menoreh luka
Ada yang datang dan menetap
Ada pula yang singgah sesaat
Ada yang memberi warna
Ada pula yang menggoreskan tinta hitam dan putih saja
Ada yang mengukir kenangan manis
Ada pula yang membekas memahat amarah
Semua Tuhan biarkan terjadi
Sebagai pilihan sajian hidangan
Untuk disyukuri atau diratapi
Di antara segala tentang buram dan cerahnya
Di antara semua tentang perih dan binarnya
Satu hal yang pasti ditemui episodenya
Adalah tentang kepergian seseorang dari alam kehidupan
Sesekali mungkin Tuhan pernah memberi pelajaran pelajaran
Tentang perpisahan perpisahan kecil
Tentang sakitnya pengabaian penolakan dan pelukaan
Tentang putusnya sebuah harapan
Dan pada akhirnya manusia akan sampai pada masa berakhirnya semua yang telah dimulai
Ketika tiba masa harus berpulang padaNya
Ketika tiba masa pergi dari kehidupan ini
Ya
Kepergian bahkan mungkin tanpa sempat pamit
Saat pintu kehidupan tertutup dan pintu kematian terbuka
Satu persatu rumah dalam jiwa ditinggalkan penghuninya
Mungkin orang tua
Mungkin pendamping hidup
Mungkin saudara
Mungkin anak anak
Bahkan sahabat-sahabat dekat
Yang dulu meramaikan jiwa
Tapi tiba tiba harus kembali ke HaribaanNya
Dan menerima ucapan selamat jalan
Doa doa bertabur mengiringi
Tak ada yang bisa mengintip jadwal giliran
Semua hanya harus tetap bersiap
Tiba di masa waktunya menjalani
Kepergian tanpa pamit

Dear…sahabat terbaik Heti Herawati
We will miss you forever …
Feb. 8.1976 – Agt. 21. 2021

‘nNa220821

NubarNulisBareng/Lina Herlina