KEMPING

Entah kenapa, beberapa hari ini selalu terbayang momen kemping. Mungkin karena sudah 2 tahun tidak kemping atau karena sekarang adalah libur sekolah, saat dimana biasanya kami kemping.

Tiba-tiba muncul foto kemping di status WA salah seorang teman. Air terjun, tenda, jalan menanjak, benar-benar memanjakan mataku. Alhamdulillah bisa sedikit mengobati rinduku.

Akhirnya aku mencoba membuka-buka galeri foto. Kembali mengingat masa-masa ketika kemping dulu. Lengkap dengan segala drama yang lucu bila diingat.

Grup kemping kami biasanya terdiri dari 4 keluarga. Kadang ada tambahan tidak tetap, keluarga lain yang ikut. Biasanya kami selalu membagi barang bawaan agar tidak ada barang yang mubazir dibawa.

Anehnya, drama kemping kami selalu di seputar kompor. Padahal itu termasuk komponen utama dalam kemping. Berapa banyak bahan makanan akan sia-sia jika kompor tak berfungsi.

Awalnya kami membawa kompor kecil yang biasa untuk kemping. Ternyata baru masak air dan menggoreng pisang, gasnya sudah habis. Berkaleng-kaleng gas habis hanya untuk sehari masak.

Kemping berikutnya, ganti menjadi kompor gas biasa lengkap dengan tabung hijaunya. Tahu dramanya dimana? Selang regulatornya ketinggalan! Kami terselamatkan oleh tukang siomay yang kebetulan berjualan di lahan parkir kemping. Abang siomay dengan ikhlas meminjamkan kompornya untuk kami pakai sampai besok.

Kisah berikutnya masih ada lagi. Kompor ada, tabung gas ada, selang ada, lengkap? Jangan gembira dulu karena ternyata tabung gas yang kami beli dalam perjalanan di mini market tidak dilengkapi dengan ring seal alias karet gas. Akhirnya salah seorang teman, mencoba meminta dari warung yang berada di area wisata terdekat.

Belajar dari pengalaman, kami terus memperbaiki kekurangan agar kemping berikutnya bisa aman dan nyaman. Yang pasti, pertama kali yang dipasang saat bongkar muat barang adalah kompor.

Serunya melihat para bapak bekerja sama, utak utik kompor yang selalu saja menimbulkan drama berbeda di setiap edisi kemping kami. Kompor, yang walaupun sudah diganti tetap saja menimbulkan drama baru. Meski kompor itu drama queen tapi ia berhasil membuat kemping kami makin berkesan.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie