KEMPING

ANOTHER STORY TO TELL PART 8

Akhirnya setelah diskusi panjang di grup aplikasi hijau, kami dapat lagi satu malam di akhir pekan. Ya, kami memilih menginap semalam dengan menyewa rumah peristirahatan di daerah Bogor.

Serba mendadak semuanya, untungnya tempatnya bagus. Anak-anak tampaknya puas bermain. Ternyata itu hanya kelihatannya saja.

Seperti biasa, wajah kurang puas terpancar ketika waktunya berpisah. Akhirnya kami menyiasati dengan berkunjung ke tempat wisata sebelum benar-benar pulang. Kami memilih lokasi yang hampir mirip dengan lokasi kemping.

Jalur menanjak, pemandian air panas hingga akhirnya sampai di puncak bukit. Memandang lukisan Sang Maha Pencipta, sungguh memanjakan mata yang memandang. Tak henti-hentinya bibir ini memuji keindahan ciptaan NYA.

Tibalah waktunya untuk benar-benar berpisah. Ketika anak-anak ditanya, apakah sudah puas, jawabannya sungguh mengejutkan.

“Beluuuuum,” jawab semuanya kompak.

Wah, orang tua benar-benar hilang akal. Bagaimana pula ini?

Hingga beberapa hari setelahnya, ada salah satu teman memberi kabar di grup. Idenya adalah menginap di rumahnya saja pada akhir pekan. Kebetulan rumahnya kosong pada hari itu.

Kembali kami berkumpul semalam saja. Anak-anak mengusai salah satu ruang untuk bermain bersama. Sementara orang tua juga berkumpul sambil mengobrol dekat ruang makan.

Hujan deras semalaman membuat genangan air yang cukup tinggi di depan rumah. Keasyikan berganti dengan kepanikan. Air makin lama bergerak naik hampir meremdam kendaraan kami yang diparkir di depan rumah.

Saat anak-anak tidur pulas sebaliknya kami orang tua sibuk berdoa sambil mengawasi keadaan di luar. Alhamdulillah, tak lama hujan reda di waktu jelang subuh. Kami semua menarik napas lega dan masuk ke dalam rumah.

Siang hari, kami pun siap berpisah. Kali ini anak-anak menjawab dengan serempak.

“Puaaaaas!”

Alhamdulillah, memang biasa bermain selama 3 hari dua malam. Kali ini pun begitu hanya dicicil saja waktunya. Hm, harus ya selama itu waktunya?

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie