KEMPING

ANOTHER STORY TO TELL PART 4

Pernah suatu waktu, kami niat kemping di suatu daerah yang kebetulan kami sudah pernah kemping di sana. Sudah paham medannya, tidak terlalu dingin. So persiapan kami tanpa membawa jaket tebal.

Ternyata, titik pertemuan kami di rest area KM 41 memberikan aura berbeda. Entah kenapa, ketika para bapak berbincang menghasilkan keputusan baru. Mereka sepakat untuk pindah lokasi, tak tanggung-tanggung sampai ke Sukabumi.

Para

ibu dan anak hanya menurut saja. Apalagi waktu itu sudah malam, anak-anak tidur selama perjalanan. Sementara kami orang tua sibuk mengobrol untuk membunuh kantuk yang mendera.

Ya, kami bisa mengobrol antar keluarga, antar kendaraan. Bagaimana mungkin? Wah, kali ini kemping kami dilengkapi dengan alat baru. Setiap kendaraan memegang sebuah walkie talkie.

Saling canda

sepanjang perjalanan, sungguh efektif. Selain dapat menghilangkan kantuk juga dapat mempersingkat waktu. Tak terasa kami sampai di lokasi saat dini hari.

Kami

memilih beristirahat di warung yang masih buka, dekat pintu masuk area perkemahan. Minuman hangat dan mie instan menjadi pilihan kami. Perlahan tapi pasti udara dingin nan menusuk tulang kami rasakan.

Bergegas kami masuk ke dalam kendaraan untuk mendapatkan kehangatan. Tertidur sesaat hingga ayam jantan berkokok, diiringi dengan kumandang azan nan syahdu. Kami segera menunaikan kewajiban di musola kecil dekat pintu gerbang.

Lanjut ke next part ya.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie