KEMPING

ANOTHER STORY TO TELL part 1

Ya, saya memang pernah bercerita mengenai pengalaman seru kemping kami. Namun itu baru sebagian kecil saja. Hanya seputar kompor yang baru saya ceritakan.

Kali ini saya ini bercerita tentang kekompakan kami. Iya benar, kemping ini tidak tiba-tiba saja terjadi. Ini adalah hobi kami semenjak kami kuliah.

Dulu saat kuliah, hari Jum’at hanya ada satu mata kuliah yaitu anatomi fisiologi. Yang mengajar adalah seorang dokter yang sangat sibuk sehingga beliau hanya bisa mengajar pagi sebelum praktek di rumah sakit. Setelah itu, tidak ada mata kuliah lagi.

Biasanya setelah kuliah, kami bubar, pulang. Kadang jalan-jalan di mal. Maklum saja, lokasi kampus kami sangat dekat dengan lokasi nongkrong anak muda pada masa itu.

Hingga suatu waktu, kami mencoba untuk kemping selesai kuliah. Liburan 3 hari 2 malam yang mengasyikan. Menambah keakraban diantara kami.

Pernah juga mencoba, mengadakan dalam skala besar. Ternyata banyak teman yang ingin juga merasakan kemping. Lumayan, ada sekitar 30 orang peserta saat itu.

Sekarang kami masih melanjutkan kebiasaan itu. Kemping bersama di masa liburan sekolah. Biasanya saat liburan setelah ujian semester.

Mengenalkan anak-anak akan asyiknya bermain di alam bebas. Kadang berjalan menelusuri hutan. Satu yang pasti, sungai dan air terjun adalah wahana favorit mereka dan para ayah.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie