Keluar Dari Zona Nyaman

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56) potongan arti surat Adz-Dzaariyaat Ayat 56, menegaskan bahwa Allah ciptakan jin, kita manusia semata untuk beribadah kepada Allah. Apakah ayat ini menjelaskan bahwa ibadah itu hanya shalat?.

Apakah ayat ini menjelaskan bahwa ibadah itu harus di masjid?, apakah kita harus beribadah dimasjid walau apapun yang terjadi harus tetap shalat di masjid? Semua terjawab kini, semua kembali belajar dari kisah para nabi terdahulu. Bagaimana harus bersikap saat wabah melanda baik dalam beribadah maupun menjaga kesehatan dan keselamatan semua orang ingat ya semua orang tanpa terkecuali.

Ketika para petugas medis harus berani keluar dari zona nyaman, bergumul dengan kegiatan yang akan mengancam nyawanya karena bagian dari amanah yang Allah titipkan, terpisah dari keluarga terkasih, anak, istri, suami, orang tua, adik, kakak. Bahkan ada yang kehilangan istri yang dicintai yang sama-sama sebagai petugas medis, meninggal karena corona bahkan tidak tau nasib keluarga dirumah yang harus di karantina, apakah ada dalam keadaan selamat atau bagaimana, ia tidak mengetahuinya. Karena memang terputus aksesnya. Mereka jalani semua ini.

Sekarang bagaimana dengan kita yang masih bisa berkumpul dengan keluarga, bercengkerama, melihatnya melakukan aktifitas di sekitar kita. Apakah kita tidak mampu beringsut sedikit saja dari tempat kita yang nyaman, untuk mengikuti seruan pemerintah dan para pemimpin kita, alim ulama, untuk melakukan ibadah di rumah saja ayo keluarlah dari zona nyaman.

Biasa menjadi makmum kini harus menjadi iman saat tarawih dan saat ini i’tikaf pun di lalukan dirumah. Ada tantangan yang harus di lewati siap menjadi imam keluarga, siap untuk kembali membaca menambah ilmu bagaimana sebagai imam, siap untuk menambah hafalan bacaan alquran, dan siap untuk menjadi penceramah. Ribet? Ga lah… Yang penting mau keluar dari zona nyaman.

Ketika Allah telah menetapkan maka pasti banyak kebaikan yang menyertainya, begitupun dengan keadaan saat ini, Ibadah di rumah saja menjadi bagian yang amat mengasyiik saat ini, beribadah dengan keluarga, untuk saya ada ketenangan dan kenyaman tersendiri yang Allah tetapkan saat ini.

Saat ini kami sedang menikmati ibadah i’tikaf di rumah saja, tetap ada target yang di tetapkan, semua harus berjalan sebagaimana mestinya, untuk itu perlu kerjasama seluruh anggota keluarga, menyamankan hati dan fikiran, mengoptimalkan keadaan rumah untuk bisa i’tikaf nyaman di rumah. Bagaimanapun keadaan rumah kita.

Iyya kana’ budu wa iyya kanastaiin, KepadaMu lah kami menyembah dan kepadaMu lah kami memohon pertolongan, ajari kami senantiasa bersyukur dan mentadaburi setiap kejadian ini ya Allah. Kami yakin Engkau ciptakan kami sebagai sebaik-baiknya ciptaan Mu.

Dari sekian mahkluk ciptaan Mu, kamilah mahluk yang Engkau ciptakan yang paling cepat untuk bisa beradapatasi dengan keadaan apapun dibandingkan dengan mahluk yang lain, sehingga pada setiap kejadian kami yakini kami sanggup untuk menghadapi karena engkau berikan kami otak dan nurani yang menyempurnaan kehidupan kami. Engkaulah sebaik-baiknya penentu alam kehidupan ini, tugas kami adalah untuk bisa cerdas dalam beribadah kepadaMu.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi