Kekasih hati ku telah pergi

Kulihat engkau berjuang dalam menghadap-Nya, alat – alat terpasang di tubuhmu membuat hatiku begitu sakit. 37 tahun kita lalui bersama dan engkau memberikan 8 orang anak padaku wahai istriku tercinta.

Tak ku sangka, kata terakhir mu bahwa kau ingin pulang ke rumah menjadi pesan terakhir sebelum engkau pergi. Tidak kah bisa kau bertahan demi anak – anak mu? Semua anakmu telah datang melihat, mendoakan mu dan menangis tersedu – sedu. Betapa tidak, mereka bersedih karena tak pernah pilih kasih terhadap anak – anakmu. Siapapun yang sakit dan memerlukan bantuan, engkau pasti datang menjenguknya. Mereka sangat berharap engkau kuat menghadapi pemyakitmu. Siang hingga adzan isya menjadi saksi perjuanganmu melawan sakitmu. Banyak rencana dan impian mu belum terwujud.

Wahai kekasihku engkau telah pergi. Maafkan semua kesalahanku padamu selama 37 tahun ini. Semoga engkau bahagia disana dan aku ridho engkau toada dan ridho wahai sayangku sebagi istriku.

Curahan hati bapak selama 2 minggu kepergian beliau. Menangis diam – diam saat melihat foto mama.