Kaum Tsamud dan Unta Betina

Oleh: Bunda Denok

Bangsa Tsamud dikaruniai harta yang melimpah, kesenangan dan kebahagiaan. Namun mereka tidak mengenal Allah SWT. Mereka menjadikan berhala sebagai sesembahan. Mereka juga sangat sombong karena hartanya.

Kemudian Allah SWT mengutus Nabi Shaleh untuk mengajak bangsa Tsamud untuk menyembah Allah.

“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya),” ucap Nabi Shaleh. (terdapat dalam QS. Huud: 61)

“Hahaha, hei Shaleh kau ini hanya manusia biasa, mana mungkin kami percaya padamu,” jawab kaum Tsamud.

Kaum Tsamud mengeluarkan kata-kata ejekan. Mereka tak percaya apa yang diucapkan Nabi Shaleh kepadanya.

“Baiklah kami akan mempercayaimu, dengan satu syarat,” lanjut kaum Tsamud. Perkataan itu pun hanya untuk menguji kebenaran Nabi Shaleh.
Nabi Shaleh tidak gentar dengan permintaan kaum Tsamud. Karena keyakinannya kepada Allah yang membuatnya semakin teguh.

“Katakan apa yang kalian minta?” kata Nabi Shaleh.

“Katakan pada Tuhanmu, kami menginginkan seekor unta betina dari sebuah batu besar,” jawab kaum Tsamud dengan tertawa dan memperolok-olok. Berharap ingin mempermalukan Nabi Shaleh.

“Baiklah, berkumpullah kalian di kaki gunung. Aku akan berdoa semoga Allah mengabulkan permohonan kalian,” jawab Nabi Shaleh.

Alangkah terkejutnya bangsa Tsamud ketika mereka datang di kaki gunung, muncullah seekor unta betina yang gemuk.

“Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari tertentu. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab yang besar,” pesan Nabi Shaleh. (terdapat dalam QS. Asy Sy’ara ayat 155-156)

Bangsa Tsamud pun menyetujui pesan yang disampaikan Nabi Shaleh. Mereka membiarka unta betina itu meminum air dari sumur, dan mereka kaum Tsamud dapat memerah susu unta dan menikmatinya.

Karena mukjizat ini banyak dari kaum Tsamud yang mengikuti ajaran Nabi Shaleh. Meraka bertaubat dan menambah keyakinannya kepada Allah SWT.

Namun, di balik itu semua banyak pula kaum Tsamud yang tetap tidak percaya dengan mukjizat itu. Mereka menganggap Nabi shaleh seorang penyihir.

Suatu hari mereka berencana untuk membunuh unta betina. Dibunuh dan disembelih. Mereka tidak memperdulikan pesan Nabi Shaleh yang pernah disampaikan pada mereka.

Benar, azab itu pun datang. Nabi Shaleh beserta kaumnya yang patuh terhadapnya diperintahkan Allah SWT untuk meninggalkan kota. Sementara kaum Tsamud yang mengingkari kebenaran telah tertimpa azab akibat perbuatannya.

Pada hari pertama, wajah mereka berubah menjadi kuning. Hari ke dua, wajah mereka berubah menjadi warna merah, dan pada hari ke tiga wajah mereka berubah menjadi hitam. Pada hari ke empat datanglah gempa, tingallah mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

Allah bersabda dalam QS Al-A’raf ayat 79, “Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, ‘Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat.”

Allah SWT menyelamatkan Nabi Shaleh dan kaumnya yang taat akan perintah dan larangan-Nya.

Malang, 24 April 2020

Sumber gambar:
https://m.repiblika.co.id/amp/pp55uh282

Daftar pustaka:
Hasan, Moh. 2012. Kisah Mukjizat Para Nabi dan Rasul Allah. Yogyakarta. Mutiara Media