Kapan Pandemi Corona Akan Berakhir? Ini Jawabannya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

Islam sudah mengajarkan kita, bagaimana cara menghadapi sesuatu di dalam suatu permasalahan publik seperti saat ini, salah satunya menaati Ulil Amri.

Siapakah Ulil Amri? Menurut Republika.co.id, secara etimologi Ulul Amri atau Ulil Amri berarti pemimpin dalam suatu negara.

Ulu al-amr berasal dari kata ulu (pemegang, yang mempunyai hak) dan al-amr (perintah, urusan, perkara, sesuatu, keputusan oleh Tuhan dan manusia, kepastian yang ditentukan Tuhan, tugas, misi, kewajiban, dan kepemimpinan. Maka dalam era modern saat ini, bisa dikatakan Ulul Amri adalah pemerintah, kepala negara, juga ulama.

Pemerintah dan para ulama telah meminta kita melakukan pembatasan sosial dalam PSBB. Jangan berkumpul dahulu, terutama untuk hal yang tidak perlu. Maka kewajiban kita adalah menaati dan mengikuti anjuran tersebut. Semua untuk kepentingan kita bersama.

Akhir-akhir ini malah terjadi pelonjakan angka positif covid-19. Menurut Tribunnews.com yang melansir dari kompas.com, dalam 24 jam terakhir tercatat penambahan pasien Covid-19 sebanyak 973 orang. Hal ini terjadi setelah massa berkerumun di pasar dan mall di saat mereka hendak membeli baju lebaran.

Hai, Sob! Coba dipikirkan, kita punya baju lebaran, sementara tubuh, dan keluarga kita harus sakit karena terjangkit Covid-19. Kalau sudah begitu, terus yang mau pakai baju barunya siapa? Mau dipakai ke mana? Apa mau dikenakan saat masa karantina di rumah sakit?

Hati-hati dan jangan menganggap remeh makhluk kecil ini. Allah pasti menitipkan pesan padanya untuk kita para manusia. Tahan nafsu, kita masih bisa beli baju baru nanti, di saat pandemi ini sudah berlalu. Untuk apa perayaan, pakaian baru, makanan aneka rupa, jika ibadah Ramadan kita kalah, nafsu tidak dapat ditahan.

Allah swt. telah berfirman di dalam Al-Quran:

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ  

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Hanya kita sendiri yang dapat mengubah keadaan kita. Mau sehat atau sakit, tertular atau tidak. Semua keputusan itu ada di tangan kita sendiri. Allah telah memberi kita akal, dan juga hati untuk digunakan.

Jadi, jika ditanya, kapan pandemi corona ini akan berakhir? Maka jawabannya adalah kembali pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita ikut memutus rantai penyebarannya? Atau malah menjadi jembatan penghubung untuk si Covid-19 berkembang biak?

Mari renungkan, di mana posisi kita saat ini?

Referensi:

Tribun Bogor. 2020. Jumlah Pasien Positif Covid-19 Naik Hampir 1000 Orang, Ridwan Kamil Singgung Belanja Baju Baru.https://newsmaker.tribunnews.com/2020/05/22/jumlah-pasien-positif-covid-19-naik-hampir-1000-orang-ridwan-kamil-singgung-belanja-baju-baru?page=2. Diakses 24 Mei 2020.

Syalaby Achmad. 2016. Siapa Saja Yang Disebut ‘Ulul Amri’?. https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/16/03/01/o3buo8394-siapa-saja-yang-disebut-ulul-amri. Diakses 24 Mei 2020

Gambar: pixabay

Nubar-Tulis Bareng/Asri Susila Ningrum