KAMU BERHAK BAHAGIA

KAMU BERHAK BAHAGIA

Pernah nggak kalian merasa insecure melihat orang lain lebih dari kita?

Saya pernah merasakannya. Saya sering berpikir bahwa saya memiliki banyak kekurangan, tinggi badan yang semampai (semeter enggak sampai), eh nggak deng lebih dikit (sekarang malah udah mau kebalap sama si Sulung). Memiliki kekurangan fisik yang lain yang berimbas pada masalah psikis.

Munculnya rasa tidak percaya diri, tidak berani show up karena si “kekurangan” ini menjadi batu penghalang yang menyempitkan gerak.

Pernah juga saya merasa kepercayaan diri saya berada di titik nol saat harus berhadapan dengan orang yang memiliki pendidikan jauh di atas saya. Suka berandai-andai (padahal ini nggak boleh ya karena termasuk godaan setan), kemudian merasa tidak memiliki ilmu apa-apa.

Terlebih saat kami diberi amanah si anak istimewa yang otomatis membuat lelah fisik dan psikis 2 kali lipat dari normalnya.  Hingga kadang lupa merawat diri karena fokus merawat si baby. Muka pucat kelelahan dan kurang tidur, jerawat dan noda hitam di muka memperparah rasa insecure saat itu.

Titik baliknya setelah kembalinya Yahya ke rumahnya yang abadi di sana (al-fatihah). Saya mulai menyadari ada yang salah dengan diri sendiri. Ada hal yang harus diperbaiki.

Tidak mudah memang untuk membalikkan insecure menjadi confident,  butuh waktu dan proses yang tidak instan. Iya dong, membenahi hati kan pekerjaan yang butuh effort lumayan tinggi ya. Wong masak mie instan saja tetap butuh proses kok.

Berawal dari mengikuti kelas Self Healing, saya merasa sangat terbantu menyulam kembali hati dan memiliki kekuatan untuk mencintai diri sendiri. Perlahan tapi pasti setelah berhasil menerapkan ilmu mencintai diri sendiri,  saya mulai menerima semua kelebihan serta kekurangan yang saya miliki. Hal ini membuat rasa syukur bertambah dan jauh lebih bahagia dari sebelumnya.

“Cintai dirimu apa adanya karena kamu tetap menawan dengan dirimu yang apa adanya. Tak perlu meminta maaf dan menyesal telah menjadi dirimu yang sekarang. Tetaplah jadi dirimu sendiri yang nggak sempurna.”  Saya menemukan quote ini dan turut memberi memotivasi untuk terus berusaha agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dan berbagai hal.

Kini, saat merasa lelah dengan pekerjaan yang tak pernah ada habisnya, saya mengambil waktu sebentar untuk berdiam diri dan mengulang mantera, “Kamu dapat melakukan apa pun, tapi bukan semuanya. Kamu bisa menyenangkan orang lain tapi bukan berarti harus menyakiti dan memaksa diri melakukan sesuatu di luar batas kemampuan. Kamu juga perlu bahagia.”

Bagaimana saya mengatasi lelah apalagi saat dikejar deadline? Biasanya saya mengizinkan diri untuk membeli makanan yang disukai (mengabaikan berat badan yang selalu nganan, haha) atau minta waktu untuk me time hanya sekedar ngintip sosmed atau menuangkan perasaan dalam bentuk tulisan.

Percaya sama saya, kalau sudah berhasil mencintai diri sendiri, rasa insecure dengan sendirinya mundur perlahan, dan kalian harus bersiap menerima berbagai prestasi.

Kemudian, saat berhasil mencapai target atau “prestasi” tertentu, maka tak ada salahnya kita memberikan hadiah kecil dan mengucapkan selamat pada diri sendiri atas pencapaian tersebut.

Tak lupa bersyukur kepada Allah SWT karena sesungguhnya inti dari self love adalah ini. Ingatlah, Allah memberikan kesulitan tentu disertai kemudahan selama kita mampu untuk terus bersyukur.

So, menurut saya, mencintai diri sendiri merupakan hal yang harus diutamakan sebelum mencintai orang lain. Bukan maksud menyuruh narsis atau egois, tapi dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menerima segala kelebihan tanpa harus tinggi hati dan menerima kekurangan dengan lapang dada tanpa perlu ditutupi. Sehingga kita menjadi manusia yang bisa lebih bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day4
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup