kalian-luar-biasa

Kalian LUAR BIASA dan Piala Naskah terbaik

KALIAN LUAR BIASA dan Piala Naskah Terbaik

Entah sudah berapa mangkuk bubur yang sudah kuhabiskan selepas pulang sekolah. Bubur  nasi paling encer tanpa lauk hanya bertabur garam tak kunjung menghilangkan rasa laparku.

HERVA

Sebuah kisah yang membuat Dewi ingin menangis, namun air mata rasanya seperti terhenti karena membaca kisah-kisah selanjutnya yang membuat hati ini bertahan untuk tegar pada setiap keadaan.

Ditempat yang berbeda entah kenapa kita selalu berselisih, dan yang selalu menjadi perselisihan itu adalah sesuatu yang sangat tidak penting. Mungkin karena kita terbiasa bersama, namun dilain waktu kita terpisah hanya beberapa hari saja. Hati kita sudah galau. Semacam Rindu namun gengsi untuk diucapkan, begitu sekiranya.

ARA

Sebelum memutuskan untuk menikah, Dewi sering berpikir: Apakah pacaran dan menikah itu sama saja rasanya? Rasanya jawaban itu ada pada salah satu tulisan dari kontributor Kalian Luar Biasa ini.

“Bayi dengan kondisi begini, biasanya tak akan mampu bertahan, bu. Siapkan mental dari sekarang. Perkiraan saya, paling lama usianya 2 minggu saja.” Kutatap nanar dokter syaraf yang baru mengucapkan kata-kata itu di depanku.

Intan Effendy

Apakah pernah terbesit, bagaimana nasib bayi yang masih mungil mendapatkan diagnosa yang demikian? Apa jadinya seorang Ibu mendengar hal ini. Dewi merasa sesak, bagaimana dengan kalian?

Ama berusaha untuk introspeksi diri mencari-cari kekurangan dan kesalahannya sebelum Ama membulatkan tekat untuk bertanya langsung pada suaminya. Hingga pada suatu kesempatan suami mengakui bahwa dia memang sudah menikah lagi dengan seorang wanita di kampung sebelah setahun yang lalu.

NIRA

Gejolak batin seorang istri, saat mendengar kata jujur dari Suami yang dicintainya. Apakah Ama harus meneruskan pernikahannya dengan bersedia dimadu … atau … ia harus merelakan untuk mengakhirinya?

Masih empat naskah saja sudah bikin baper ya, hihihi … tenang baper kita banyak terangkum dalam sebuah Hikmah yang Luar Biasa:)

Dua puluh cerita dari para penulis yang mewarnai buku “Kalian Luar Biasa.” Tak ada hentinya Dewi mensyukuri dengan segala keadaan yang telah dimiliki. Apakah kalian siap untuk membuka lembaran cerita yang bisa membuat sahabat tertegun dan tidak mengira atas apa yang banyak terjadi di muka bumi ini?

Baca juga: Kartini Zaman Now dan piala terbaik

Simak dahulu daftar isi dari para penulisnya yuk:

You are Inspiration

1. Dewi Adikara (Selingkuh)

2. Jifisa Amin (Gigit bibir kuat – kuat)

3. Khadijah Hanif (Jalan Berliku mencari guru)

4. Decy Indrawati (Berjuta Kesempatan kedua)

5. Intan Effendy (Titipan cinta)

6. Hasiah Zen (Rumah di puncak bukit)

7. Olip Kholifah ( Manusia berhati surga)

8. Widar (Setetes air)

9. Sryhumaira (Mantra untuk Denok)

10. NIRA (Ibu Guru Ama, tersenyumlah)

Here we are

1. Sabiqis edogawa (Kembali ke awal)

2. ARA (Ketika hati tak ingin berjarak)

3. Herva Yulyanti (Semangkuk bubur dalam perjalanan hidupku)

4. Dina Noviani (Mutiara – mutiara)

5.  Leni Chan (Sang pejuang deadline)

6. Sukma (Sekali melangkah maju, pantang untuk mundur …!)

7. Ribka ImaRi (Tuhan yang melayakkan)

8. Lilih Muflihah (Sepotong kisah Aku)

9. Ratih Paskie (Bersama, kita luar biasa)

10. Emmy Herlina (I deserve to be a manager)

Semua naskah di atas disempurnakan oleh tulisan para juara challenge menulis Rumedia yang perdana diselenggarakan akhir tahun 2019 lalu.

Siapakah lima orang tersebut? (nama ditulis berdasarkan nama profil di FB mereka).

  1. Siti Rachmawati M
  2. Ketut Eka Kanatam
  3. Arsdiani Syatria
  4. Reynilda Hendryatie
  5. Nurul Tristiati

Empat diantara nama diatas adalah kontributor (penulis) dari area sumatera. Temukan sepotong kisah keempat penulis terbaik tersebut dalam buku ini. Dan yang pasti kisah mereka layak untuk menjadi inspirasi kita dalam menjalani, dan menyelesaikan apa yang menjadi harapan kita diakhir tahun. 

Alhamdulillah, begitu Luar Biasa adanya buku ini. Sayangnya, hanya satu naskah terbaik yang harus dipilih dari tim Rumedia, dimana founder Nubar ikut menentukan dalam penilaian ini.

Siapakah pemilik naskah terbaik yang berhak mendapatkan Piala?

Selamat ya mbak Intan Effendy …!

Terpilih diantara naskah yang luar biasa itu begitu … Wow banget!

Tetaplah berkarya dan semangat menginspirasi melalui tulisan *big hug.

Jangan lupa nantikan event Dewi selanjutnya ya:)

Baca juga: Event menulis Dewi “Melepas KDRT”

Salam,

Dewi Adikara