JEJAK PANDEMI (PART 3)

JEJAK PANDEMI (PART 3)

Hampir tiga bulan saya tinggal di kampung. Mudik terlama seumur hidup, hehehe. Biasanya kalau mudik hanya dalam hitungan hari dan paling lama satu pekan. Nah, tahun ini baru merasakan hal di luar kebiasaan itu.

Selama itu pembelajaran online tetap berlangsung. Mau tidak mau kami harus upgrade diri terutama dalam masalah penggunaan teknologi. Alhamdulillah pembelajaran tetap berjalan dengan baik walaupun saya sendiri merasa kurang maksimal.

Oh iya, sekolah saya memutuskan untuk menggunakan aplikasi Zoom Meeting Clouds untuk setiap pembelajarannya. Awalnya saya juga merasa gagap, apalagi jika sinyal tiba-tiba sembunyi. Namun, alah bisa karena biasa, karena hampir tiap hari digunakan lama-lama saya juga mulai menguasai. Untuk review penggunaan aplikasi ini silakan cek tulisan saya sebelumnya di SINI.

Bagaimana dengan program karantina yang saya ikuti? Alhamdulillah bisa tuntas hingga bisa mengikuti wisuda online. Eh iya, cerita lengkap bagaimana perjuangan dalam mengikuti program ini sudah saya tuliskan juga di buku “Ada Cerita di Balik Corona”, melengkapi cerita seru teman-teman yang lain. Boleh kontak saya ya kalau ada yang mau pesan bukunya.

***

Oke, kita lanjutkan lagi. Iklan ga boleh lama-lama, biayanya mahal, hahaha.

Saat mau kembali ke Bogor, saya dan suami sedikit galau. Saat itu ada informasi yang cukup ramai di televisi perantau yang terlanjur mudik tidak bisa kembali ke Jakarta. Kalaupun mau ke Jakarta harus mengantongi surat Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM. Prosedur pembuatannya lumayan ribet. Minta surat kesehatan ke puskesmas tidak berhasil, katanya harus ke rumah sakit besar yang ada di kabupaten.

Aih, kenapa ribet banget ya?

Kebayang kan kalau ke rumah sakit besar berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk 5 orang anggota keluarga. Katanya harus rapid test juga. Kan biaya rapid test tidak cukup lima puluh ribu, hiks … hiks ….

Akhirnya saya mengontak yayasan tempat kami bekerja. Meminta surat keterangan bahwa kami bekerja di lembaga tersebut dan mulai aktif bekerja untuk tahun ajaran baru di bulan Juni. Alhamdulillah pembuatan surat dipermudah, satu hari berikutnya sudah bisa saya kantongi.

Bermodalkan surat tugas kerja, bismillah kami langkahkan kaki untuk kembali mengabdi dan meninggalkan kampung halaman sendiri. Sengaja mengambil perjalanan malam agar tidak panas dan anak-anak merasa nyaman. Perjalanan yang kurang nikmat sebenarnya karena dihantui perasaan was-was, khawatir tiba-tiba disuruh putar arah karena tidak mendapat izin kembali ke ibu kota.

By the way, kami sudah prepare sebelumnya, jika nanti ada polisi tanya SIKM dan lain-lain, sudah siapkan argumen di kepala. Tak ada kantuk sedikit pun selama di perjalanan. Mungkin karena perasaan tegang dan otak sibuk mikir.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level1
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup