JEJAK PANDEMI (PART 23)

JEJAK PANDEMI (PART 23)

Teman-teman, masih berlanjut napak tilas di jejak pandemi, sekarang saya mau cerita lagi tentang dunia fotografi. Mohon maaf ya bukan saya sok tahu dengan secuil ilmu yang baru saya peroleh, tapi berhubung saya juga masih exciting dengan ilmu ini jadi saya senang membagikan kembali beberapa hal yang saya tahu.

Untuk teman-teman yang lebih faham ilmu fotografi mohon maaf kalau yang saya tuliskan ada yang kurang pas. Ini yang saya tulis sebatas yang saya fahami saja.

Oke, sekarang saya tuliskan tentang “framing”. Mungkin teman-teman sering melihat bingkai foto yang nempel di dinding rumah atau dinding yang lain. Dengan frame itu, foto yang kita tempelkan menjadi terlihat lebih indah bukan?

Oke, sebelum saya lanjutkan, teman-teman bisa lihat contoh gambar yang diambil dengan teknik framing.

Sumber: Pinterest

Nah, dalam konteks fotografi seperti yang terlihat dalam gambar di atas, framing yang dimaksud ini adalah menempatkan subjek utama/POI (point of interest alias subjek utama) dalam kondisi si subjek dikelilingi oleh elemen lain dalam foto.

Elemen yang digunakan sebagai framing biasanya berada di depan subjek, namun bukan berarti tidak boleh berada di belakang subjek. Nah, dengan adanya framing ini, akan memunculkan dimensi jarak dan mengarahkan perhatian orang ke POI. Oleh karena itu, Sebagai seorang fotografer harus mengatur sedemikian rupa tingkat pencahayaan, warna, dan motif dari bingkai agar jangan sampai mengalihkan perhatian dari POI.

Tips dari saya framing ini bisa dicapai dengan menempatkan elemen foto yang jaraknya dekat dengan kamera sebagai latar depan yang mengelilingi POI.

Oh iya, frame ini bisa menggunakan objek seperti pohon, jendela, atau bahkan bisa dengan alat bantu misalnya bekas botol mineral yang sudah dibolongi. Oh iya, frame-nya tidak harus selalu full melingkari subjek, bisa jadi hanya satu sisi atau dua sisi saja seperti dalam gambar di bawah ini.

Sumber: Google

Saat saya praktek, saya tidak mendapatkan framing yang pas, maklum di rumah tidak ada yang pas buat dijadikan objek. Karena saat itu wajib setor di hari itu, akhirnya saya akalin dengan menggunakan gelas blender.

Objeknya juga sempat bingung mencarinya. Kebetulan si pumpkin sudah lama ingin saya abadikan sebelum dieksekusi menjadi kolak atau puding, akhirnya saya memilih dia untuk subjek fotonya. Hasilnya bisa dilihat sebagai berikut:

Sumber: Dokumen Pribadi

Ngomong-ngomong, tadi saya mendengar ada yang bertanya dalam hati, “Apa sih manfaatnya teknik framing ini?”

Sekadar tahu saja ya, dan ini juga saya nyari info dari beberapa sumber, manfaat yang bisa kita rasakan jika menggunakan teknik ini adalah menunjukkan kesan kedalaman dan adanya layer. Kemudian mata yang melihat diarahkan langsung menuju subjek foto. Terakhir membawa orang yang melihat foto tersebut ke dalam suasana yang dialami oleh fotografer.

_Wina Elfayyadh_