JEJAK PANDEMI (PART 20)

JEJAK PANDEMI (PART 20)

Bismillah, saya lanjutkan  lagi ya catatan pelajaran fotografinya. Sekarang saya mau menuliskan tentang Food on Messy Fotografi.

Memotret objek dengan teknik ini dilakukan secara spontan atau foto tanpa styling. Objek yang difoto terkesan berantakan, acak-acakan tapi tetap ada fokus pada detailnya. Acak-acakan yang dimaksud ialah yang tidak beraturan tata letaknya dan banyak objek dalam satu meja.

Lebih mudahnya, bayangkan saja kita sedang makan bareng teman di salah satu food court atau rumah makan. Dalam satu meja itu ada banyak menu yg dipesan dan disajikan bersamaan. Nah saat sudah terhidang semua kita ambil gambar tanpa komposisi yang jelas. Namun, dalam kondisi acak-acakan, hasil fotonya malah membuat makanan terlihat sangat enak dan menggugah selera.

Trik agar mendapat hasil gambar yang bagus, pencahayaan harus maksimal. Jangan gelap apalagi buram. Namun, tetap waspada juga dengan bayangan ya karena kita mengambil gambar dengan angle flatlay.

Jarak antara objek makanan jangan terlalu dekat, hindari tumpahan air, tusuk gigi, dan tisue baik baru maupun bekas. Ini demi nilai estetika juga lho.

Lagi-lagi untuk mengerjakan tugas foto ini saya harus mikir. Ngebongkar kulkas ternyata kosong, tinggal buah-buahan saja, padahal kata coach buah itu hanya sebagai pelengkap saja. Langkah terakhir karena tidak menemukan objek yang pas, saya pesan makanan melalui ojek online. Awalnya mau beli burger tapi pas searching menu saya menemukan donat mini yang cukup menarik.

Jadilah saya order donat ditambah puding khas toko tersebut. Tiga puluh menit kemudian abang gojek datang dengan membawakan pesanan dan mulailah saya eksekusi. Lumayan juga ngaturnya karena rebutan dengan krucil yang penasaran dan ingin segera mencicipi.

Tantangannya adalah pencahayaan yang minimalis karena saat itu kebetulan di luar sedang mendung dan lampu yang watt-nya cukup besar belum sempat diganti, jadi terpaksa memakai pencahayaan seadanya.  Inilah hasil foto saya:

Sumber: Dokumen Pribadi

Masih jauh sih dibandingkan dengan foto  yang diambil oleh para fotografer profesional. Saya sertakan juga deh biar teman-teman mudah membayangkannya, hehehe.

Sumber: Pinterest

Terakhir, setelah melakukan pengambilan gambar, tetap memerlukan sentuhan editing. Saya menggunakan snapseed dengan menggunakan tools brush. Background diberi exprosure di ukuran 3 saja, tidak terlalu terang. Untuk setiap objek, manfaatkan exprosure di ukuran -3 atau -7 untuk menajamkan objek. Setelah itu kita poles dengan tune image dan detail, hingga food on messy-nya lebih menonjol. Walaupun saya agak kesulitan menghapus bayangan. Kalau dilihat lebih dekat foto saya kelihatan kan bayangannya.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup