JEJAK PANDEMI (PART 17)

JEJAK PANDEMI (PART 17)
๐“ข๐“ฎ๐“ซ๐“พ๐“ช๐“ฑ ๐“ฌ๐“ช๐“ฝ๐“ช๐“ฝ๐“ช๐“ท ๐“น๐“ฎ๐“ป๐“ณ๐“ช๐“ต๐“ช๐“ท๐“ช๐“ท

Bismillah, saya lanjutkan tulisan kemarin. Sekarang saya akan menuliskan tentang “Negative Space“. Maksudnya adalah bagian dari foto yang terlihat kosong, sehingga objek foto akan terlihat lebih fokus. Jelasnya, negative space adalah bagian dari foto yang mengelilingi subjek foto, sedangkan subjek utama pada foto disebut dengan positive space (POI).

Trik agar berhasil dalam membuat foto tema ini adalah memastikan latar (negative space) lebih luas dan polos dibandingkan dengan objek utama. Memilih warna-warna yang cenderung natural seperti coklat tanah, biru laut dan langit sehingga membuat kesan minimalis. Objek jangan terlalu besar atau terlalu kecil, harus jelas, jangan di-zoom, dan jangan ngeblur.

Sumber: Dokumen Pribadi

Ini contoh foto yang saya setorkan. Alhamdulillah komentarnya sudah bagus, artinya sudah tidak ada catatan walaupun belum maksimal hasilnya tapi tekniknya sudah benar. Daun pohon itu adalah positive space dan hamparan langit yang luas adalah negative space-nya.

Oke, lanjut ya! Sekarang saya lari ke “Harsh Lighting“. Secara harfiah, harsh lighting berarti cahaya yang kuat atau keras. Dalam fotografi, teknik ini mengandung makna karakter harsh adalah shadow yang cenderung tebal dan kontrasnya kuat. Objek foto yang mendapatkan cahaya yang kuat akan menghasilkan shadow yang kuat pula. Intinya, dalam tema ini kita mengejar bayangan dari sebuah benda, tentu membutuhkan pencahayaan yang kuat. Waktu yang paling enak itu antara jam 8 sampai jam 9, karena di atas jam tersebut bayangannya mulai berkurang. Ups, jangan ambil foto saat matahari tepat di atas kepala kita ya, dijamin tak akan muncul bayangannya, hehe.

Untuk menghasilkan bayangan yang oke sebaiknya membelakangi matahari agar bayangannya sempurna. Disarankan juga menggunakan ISO rendah, kalau bisa 50 tapi kalau HP saya mentok di angka 100.

Oh iya, Saya ambil fotonya di jalan samping rumah karena rumah saya tertutup jadi kurang dapat cahayanya. Objek yang saya ambil adalah kursi. Saat take pertama dikoreksi karena background bocor (bisa terlihat ya di belakang kursi ada bagian yang latarnya tidak sama, itu saya salah ambil angle, jadi tiang listrik di belakang kursi ikut kebidik).

Kemudian saya take ulang. Bisa dibandingkan ya bedanya dalam gambar di bawah ini.

Sumber: Dokumen Pribadi

Pelajaran yang saya ambil dari praktek kali ini adalah  usahakan saat mengambil foto background jangan sampai bocor, kalau bocor sedikit sih bisa disiasati dengan “healing” di snapseed. Tapi kalau tidak bisa disiasati lebih baik take ulang saja.

Sumber: Dokumen Pribadi

Saya coba lagi di depan asrama pada hari berikutnya. Objeknya saya ganti bunga plastik. Take foto tepat jam 08.00 dan yes! Alhamdulillah bayangan sudah cakep. Banyak sebenarnya objek yang bisa digunakan yang pasti harus memperhatikan jam cahaya Illahi dan jangan pas mendung  karena bayangan yang kita cari pasti akan sembunyi.

Gimana?
Kalau yang ini tak serumit splashing foto kayak kemarin kan? Tinggal cari  time yang tepat saja agar cahayanya kuat sehingga bisa menghasilkan bayangan yang oke.

Sekian dulu dari saya, lanjutkan lagi di tulisan berikutnya.

See you soon!

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day2
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup