JEJAK PANDEMI (PART 16)

JEJAK PANDEMI (PART 16)
sebuah Catatan Perjalanan

Hai, masih ada yang nunggu nggak nih. Saya mau lanjut share ilmu fotografi ya walaupun belum expert  sih, tapi bolehlah dicoba atau mau diskusi juga silakan, yang jelas praktek itu tak semudah teori. Untuk menghasilkan gambar yang sempurna tidak cukup dengan satu kali latihan. Jangan lelah untuk mencoba dan terus mencoba, insya Allah hasil sempurna adalah bonusnya.

Sumber: Dokumen Pribadi

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kali ini saya mau ngasih trik cara membuat foto splashing. Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, posisi kamera paling bagus adalah angle eye level. (Hayo, masih ingat nggak? Kalau lupa cek lagi tulisan sebelumnya aja)

Terus, letakkan objek di meja. Lebih baik jika ada yang membantu menjatuhkan objek ke gelas. Tapi harus kooperatif beneran ya, karena kalau tidak kompak tetap tidak maksimal hasilnya. Pastikan posisi kamera fokus ke bibir gelas. Alat bantu yang akan dicemplungkan sebaiknya agak berat misalnya es batu yang agak besar, potongan lemon, jeruk nipis, tomat, atau yang lainnya. Pemberi aba-aba adalah yang menjatuhkan objek bukan si pemegang HP. Nah, kalau HP-nya ada mode shutter (foto beruntun) ini lebih baik dicoba, hasilnya dipilih yang paling baik. Tapi kalau tidak ada ya harus siap mencoba beberapa kali jika belum pas hasilnya.

Sumber: Dokumen Pribadi

Kalau saya tidak memakai bantuan orang lain. Tangan kiri memegang HP dengan kamera yang sudah diberi timer, tangan kanan siap mencemplungkan alat bantu, saat itu saya pakai potongan jeruk nipis. Gambar di atas versi gagal karena cipratan airnya tidak sesuai harapan, hahaha. Tapi saya tak kenal lelah walaupun panas lumayan terik. Ini saya ngambil fotonya jam 11 jadi lumayan berjuang menahan panas.

Percobaan berikutnya yang saya anggap lumayan, tapi belum maksimal bisa dilihat dalam gambar berikut:

Sumber: Dokumen Pribadi

Jangan lupa pencahayaan juga harus bagus. Kalau remang-remang hasilnya kurang jos. Yang paling bagus adalah pas cahaya lagi maksimal dan jangan membelakangi matahari agar tidak muncul bayangan. Oh iya, gelas yang dipakai juga warna bening, kalau ada gelas yang aesthetic lebih keren lagi. Kalau saya seadanya gelas di rumah, dan sedihnya setelah selesai dipakai praktek dia minta pensiun. Oh iya, kalau cahaya maksimal kameranya disetting ISO rendah saja, saya pakai ISO 100 karena memang di HP saya mentok di angka itu.

Sumber: Dokumen Pribadi

Sebenarnya saya belum puas dengan hasilnya tapi karena kepala mulai keleyengan kepanasan jadi terpaksa disudahi dulu. Next time harus mencoba lagi.

Oh iya, yang saya tuliskan tadi itu teknik yang paling sederhana yang tidak membutuhkan banyak alat bantu. Tapi, kalau mau hasilnya lebih keren lagi selain menyiapkan gelas kosong dan tatakannya, kita bisa menyiapkan 2 buah diffuser pada bagian belakang gelas, serta external flash di belakang diffuse. Maksud penggunaan diffuser adalah untuk membuat cahaya flash yang keluar dari kamera menjadi lebih menyebar.

Kalau kalian mau memanfaatkan menu shutter gunakan speed cepat di atas 1/125. Boleh juga setting kamera dengan shutter speed 1/250, aperture f/11 dan ISO 1600, tapi ini bukan ukuran baku sih, bisa disesuaikan dengan selera kita. Setelah setting kamera, tinggal lemparkan es batu atau potongan buah ke dalam gelas dan bidik.

Kunci di splash fotografi hanya satu, latihan berulang. Insya Allah semakin banyak berlatih, semakin bagus hasilnya.

Eits, jangan lupa, editing hasilnya juga boleh biar hasilnya semakin oke. Kalau saya editnya masih pakai snapseed. Menggunakan tune image/poles gambar dengan menaikan ambience sedikit, menaikan brightness secukupnya, menurunkan kontras, dan menurunkan shadow. Kemudian dalam tonal contrast, menaikan low contrast sampai maksimal, menaikan medium contrast sekitar 60-80, dan menaikan high contrast sekitar 40-50. Jika ingin menghilangkan beberapa bagian yang tidak diinginkan masih menggunakan healing.

Masih bingung? Enakan praktek langsung sih, kalau sekadar baca teori kelihatannya nggak terlalu rumit, tapi pas praktek juga sebenarnya nggak serumit yang dibayangkan. Pokoknya Practice make perfect teh bener kok.

Pembahasan hari ini tentang si splash udahan dulu ya, insya Allah saya lanjut ke materi yang lain tapi di tulisan berikutnya.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week1day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup