JEJAK PANDEMI (Part 15)

Jejak PandemiĀ  (Part 15)
Oleh: Wina Elfayyadh

Gues, masih mau ikutan menyelam ilmu fotografi bareng saya? Hayuk siapkan gelas kosongnya, jangan lupa cemilan dan kamera ponselnya, siapa tahu bisa langsung praktek. Kan ilmu itu akan lebih cepat diserap kalau kita praktek langsung, betul nggak?

Oke, sekarang saya mau cerita tentang “Street Food Photography”. Para pecinta kuliner cocok banget nih ilmunya. Jadi selain bisa menikmati kulineran bisa juga diabadikan dalam galeri ponsel kita tentunya dengan gambar yang cakep dan tidak asal-asalan. Biar ngambil fotonya enak PDKT dulu sama penjualnya biar si penjual juga senang diambil gambarnya. Penyajian makanan juga diatur agar lebih rapi dan eye catching, pencahayaan juga diperhatikan. Cari background, angle terbaik dan tinggal cekrek deh, lebih baik pas si abang atau mbak penjualnya sedang proses melakukan sesuatu misalnya sedang menuang kuah agar fotonya bisa bercerita.

Tapi berhubung saya tidak lagi keluar pas ngumpulin tugas jadi ambil fotonya yang ada di rumah waktu sarapan sama beli online untuk makan siang hehe.

Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Kalau foto yang benerannya kurang lebih kayak foto di bawah ini.

Sumber gambar: Pinterest

Sebelum saya lanjutkan  ternyata untuk kita bisa mengecek data EXIP (Exchangeable Image Format) yaitu metadata yang khusus dipakai dalam dunia fotografi digital. EXIF menyimpan banyak informasi detail tentang sebuah file foto digital, misalnya tanggal dan jam berapa foto dibuat, merk dan tipe kamera dan jenis lensa yang dipakai. Dari situ kita juga tahu berapa shutter speed, aperture, dan ISO-nya serta masih banyak lagi info yang bisa kita dapat dari data exif tersebut. Tampilannya kurang lebih seperti gambar di bawah ini.

Sumber: Dokumen Pribadi

Oh, iya, yang masih kebingungan mencari ISO di kamera ponselnya bisa cek tools kamera di HP masing-masing, kalau punya saya ada di mode pakar atau sebagian HP ada yang menyebutnya mode pro. Dari tadi “usa iso” terus ya. Oke kalau masih bingung saya jelaskan sedikit, ISO itu maksudnya adalah salah satu elemen penting yang berfungsi untuk menghasilkan gambar atau foto yang lebih bagus dengan hasil yang lebih tajam. Kalau di HP saya tampilannya begini:

ISO di pojok paling kiri

Hmmm, lanjut jalan-jalan yuk! Kali ini kita ke “Figure to Ground” artinya sosok dan latar yang berbeda. Dalam dunia fotografi, bisa juga disebut separasi antara subjek dan background foto. Separasi ini bisa berupa warna, cahaya, dan bayangan.

Karena kita sedang membicarakan “figure to ground“, maka pilihlah latar/background yang tidak polos. POI dan latar seimbang besarnya tapi POI (point of interest)/subjek utama tidak terlalu dominan. Kuncinya pilih background dulu baru memilih objeknya.

Secara sederhana, ” Figure to Ground” adalah sebuah gambar foto yang terdapat perbedaan yang sangat kontras antara alas atau background dengan objek/poi. Jadi walaupun dengan latar foto yang rame, objeknya tetap terlihat stand out atau menonjol.

Contoh fotonya bisa dilihat dalam gambar berikut.

Sumber: Dokumen Pribadi

Ada lagi yang lebih seru dan menantang. Saya buatnya sampai berulang-ulang tapi belum dapat foto yang kece badai. Namanya foto splashing kayak  gambar di bawah ini.

Sumber: Dokumen Pribadi

Gimana? Lumayan cakep kan gambarnya hahaha. Mau tahu teknik ambil foto seperti itu? Tunggu tulisan berikutnya ya!

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup