JEJAK PANDEMI (Part 14)

Jejak Pandemi (Part 14)
Flat Lay Men’s Stuff, Food Eye Level, and Macro Texture

Gues, siap menyimak lanjutan catatan saya?

Oke, silakan duduk manis, jangan lupa pop corn-nya, boleh juga ditemani bakso merecon beranak biar makin semangat bacanya.

Hm, kita lanjut ke materi “Flat lay Men’s Stuff“. Intinya sih ini tugas moto perlengkapan  kaum Adam. Tidak harus pakaian sih, boleh aksesoris yang biasa dipakai laki-laki. Kalau saya pinjam baju dan beberapa perlengkapan punya suami ditambah laptop dan kacamata punya saya, hehehe. Soalnya kalau laptop sedang dipakai kerja oleh beliau dan kacamata tak mungkin dilepas atau ditinggal di rumah hanya buat difoto.

Sebaiknya menggunakan alas hitam atau putih polos, minimalkan gelombang dalam alas (inget banget, soalnya komentar coach di foto yang saya setorkan koreksinya pada alas yang bergelombang). Kalau ternyata setelah kita foto masih ada gelombang, bisa dihilangkan di snapseed dengan opsi healing atau menambah kepekatan alas.

Lebih cakep lagi kalau warna di setiap perlengkapan/peralatan senada. Oh iya, sebaiknya pakaian disetrika dulu biar bekas lipatan atau kusutnya tidak terlihat. Ini akan menambah estetika dalam fotomu lho! Perhatikan warna objek agar tetap natural, jangan berlebihan saat mengeditnya.

Setiap properti diatur sedemikian rupa, jangan ditumpuk, dan diberi jarak agar enak dilihat. Untuk penyusunan tergantung kreativitas masing-masing lho ya, tidak ada ketentuan khusus. Terakhir, take fotonya dari atas posisi kamera tidur 180 derajat dan hati-hati dengan bayangan.

Ini foto punya saya, koreksinya hanya di buku, sebaiknya dihilangkan atau diganti dengan celana panjang dan dilengkapi sepatu. So far, komentarnya bagus sih, hehe. Kalau dikonversi nilainya  B, belum sampai A+.

Di kelas ini, komentar dari setiap foto ada 4 jenis, yaitu: “oke” jika sudah benar, “bagus” jika sudah benar dan sedikit di atas oke, “cakep” jika sudah betul dan cantik, “keren” jika foto sudah benar, bagus dan cantik. Untuk pemula kayak saya, dapat komentar “bagus” saja sudah senangnya luar biasa, tapi tetap itu adalah teguran untuk terus berlatih.

Saran saya, waktu untuk take foto adalah jam 8-10  dan 14-16, tapi kalau waktu tidak memungkinkan bisa di malam hari dengan bantuan cahaya lampu yang ada.

Lanjut ke materi berikutnya ya, “Food Eye Level“. Sempat tertunda karena saat penyetoran tugas ini saya sedang safar menuju kampung.

Beberapa tips agar fotonya cakep, alas dan background boleh bebas, tapi jangan terlalu ramai. Jika bisa polos akan lebih bagus. Tidak disarankan menggunakan bunga-bunga atau daun-daun plastik atau artificial, serta bunga-bunga kering ataupun tanaman hidup. Kalaupun menggunakan objek pendamping atau properti lain posisinya tidak lebih dominan dari objek utama.

Sendok posisinya terbuka, beri jarak saat menempatkan properti, pertahankan warna asli pada objek saat editing, dan meja tetap terlihat agar objek tidak tampak seperti melayang.

Terakhir, agar teknik eye level-nya benar bisa disiasati dengan menggunakan objek piring yang ceper, makanan lebih tinggi dari alas (misal kue tart, tumpeng, atau jika menggunakan donat atau biskuit bisa disusun ke atas). Buah-buahan dan minuman jadikan sebagai objek pendamping saja ya!

Ini foto punya saya. Kebetulan suami tahu kalau saya adalah pecinta seafood, maka dia membelikan udang mentai di Hoka-Hoka Bento saat istirahat di rest area. Lumayan, bisa dijadikan praktek motret dulu sebelum dimakan. Kata coach, teknik pengambilan gambar sudah oke, tapi makanan masih kurang tinggi.

Materi terakhir di tulisan ini adalah “Makro Texture“. Untuk praktek ambil gambar makro, kita harus memilih objek yang mempunyai tekstur permukaannya berserat,  kasar dan bergelombang, tapi bukan motif atau corak. Semakin kasar tekstur seratnya maka akan makin mudah take foto macro-nya dan hasilnya tidak akan blur. Take foto harus sedekat mungkin dengan objek karena semakin dekat maka hasilnya akan semakin bagus, tapi hati-hati ya, biasanya semakin dekat suka ada blur di beberapa bagian.

Tidak perlu edit berlebihan ya, cukup pakau opsi detail structure aja untuk lebih menonjolkan tekstur detail seratnya.

Backgroundnya biarkan natural karena background foto macro biasanya tidak akan terlihat sebab kamera HP mendekat ke objek.

Sebelum saya akhiri, saya bocorkan tips agar foto bisa keren. Simak baik-baik ya!

  • Teknik moto harus benar.
  • Properti yang digunakan cantik dan senada.
  • Objek yang dipilih bagus, indah, dan menarik.
  • Alas dan background terlihat cantik dan sesuai dengan objek utama.
  • Penataan posisi dan komposisi antar objek harus proporsional dan eye catching.
  • Pencahayaan bagus.
  • Objek utama tidak blur atau over editing.

Sip, sampai sini dulu ya, silakan dipraktekkan satu per satu. Nikmati sensasi saat pengambilan gambar dan kalian akan takjub sendiri dengan hasilnya.

See you soon.

Wina Elfayyadh

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week3day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup