JEJAK PANDEMI (PART 11)

JEJAK PANDEMI (PART 11)

_๐“’๐“ช๐“ฝ๐“ช๐“ฝ๐“ช๐“ท ๐“‘๐“ฎ๐“ต๐“ช๐“ณ๐“ช๐“ป ๐“•๐“ธ๐“ฝ๐“ธ๐“ฐ๐“ป๐“ช๐“ฐ๐“ฒ_

Hari ini, saya akan mengajak teman-teman berjalan-jalan di samudera ilmu yang lain. Walaupun saya baru saja mencelupkan kaki di sana tapi rasanya bahagia sekali jika bisa mengajak kalian ikut mencicipi segarnya sang banyu di dalam luasnya samudera itu. Semoga suatu saat bisa berenang bersama, menyelami keindahan yang ada di dalamnya.

Siapa yang ngambil foto sesuatu asal jekrek kayak saya? Nggak mikir teknik ngambil gambar, komposisi warna, dan kamera di gawainya nggak pernah diotak-atik karena belum ngerti fungsinya? Yang penting kelihatan bagus jadi asal jepret saja. Nggak peduli hasilnya, mau gambarnya miring, objeknya kekecilan, atau ngeblur dikit gara-gara tangannya sedikit goyang.

“Kan kalau jelek tinggal hapus, terus ambil gambar lagi? That is so simple …”

Iya sih, tapi dengan begitu kamu wasting time, harus mengambil objek berkali-kali tapi hasilnya gitu-gitu aja.

Wait, ini adalah saya waktu belum belajar ilmuย  fotografi. Sekarang saya mulai ngerti ternyata untuk menghasilkan gambar yang ciamik itu butuh teknik. Teknik pengambilan gambar dan juga ada peran editan juga.

Oke deh, saya mulai ya, ini cerita saya saat belajar kemarin. Selamat menyimak, semoga bermanfaat.

Pertama kali belajar di kelas Basic Photography kelas Moto Teh Ina dengan mentor kece teh Evi Revina. Owner kelas ini adalah Teh Ina, alumni Darwis Triadi photo school yang merupakan seorang produsen gamis dengan brand INNAKA.

Peraturan di kelas ini adalah tidak boleh menyebarkan materi, jadi saya hanya mau cerita apa saja yang dipelajari, kalaupun saya menyampaikan beberapa info terkait materi sumbernya bukan saya ambil dari kelas beliau ya. Kutipan materi saya ambil dari kelas yang masih saya ikuti sekarang dengan tutor yang berbeda.

Oh iya, ciri khas di kelas moto ini ada peraturan lain yang harus dipatuhi yaitu tidak boleh ada penampakan makhluk hidup dalam setiap foto yang kita setorkan.

***

Tugas pertama bertema yellow. Karena belum diajari tekniknya jadi fotonya masih ngasal yang penting berwarna kuning, tidak muncul penampakan makhluk hidup, jika makanan tidak boleh di lantai, kamera tidak terlalu dekat saat ambil gambar, background tidak terlalu ramai dan tidak boleh nge-blur.

Ini tugas pertama saya

Karena ga ada ide lain (kata lain dari males nyari ke luar rumah), jadi saya ambil gambarnya beberapa buku yang sampulnya berwarna kuning ditumpuk. Namun, saat dikurasi saya masih kena teguran karena cover depannya adalah gambar satu keluarga sedang naik perahu. Ah, emang dasar sayanya aja yang kadang saat praktek semua teori terbang melayang.

Nah, habis main sama si kuning, selanjutnya saya belajar “High Key Raw Vegetable”. Wuih, asyik nih, objeknya nggak usah nyari jauh tinggal ke dapur cekrek-cekrek, beres. Eits, tapi tidak semudah itu ternyata. Kalau asal cekrek kok hasilnya “B aja”. Saya bagiin trik agar fotonya cakep pake bingits. Yuk, simak!

Objek foto pakenya sayuran mentah ya, kalau yang sudah matang nanti bukannya moto malah abis dimakan hehehe. Karena ini materinya “High Key Raw”, jadi sebaiknya menggunakan alas putih. Tahu nggak saya pakai apa alasnya? Awalnya mau pakai jilbab, eh sayang takut kotor. Terus putar otak terus dapatnya kertas bagian belakang kalender, tak apalah kalau nanti kotor atau rusak bisa langsung dibuang.

Usahakan sayurnya dicuci dulu biar terlihat segar, alasnya disimpan di tempat yang datar, minimalkan bayangan dan pantulan. Nah, di sini sudah mulai main aplikasi edit foto. Saya pakainya snapseed. Udah deh, untuk mempercantik fotonya tinggal mainkanย  tools yang ada dalam aplikasi itu, kebanyakan yang saya pakai adalah tool brush, healing, dan selectif. Perlu kejelian dan fokus juga sih saat nge-brush biar warna sayuran tidak memudar atau terlalu tinggi saturasinya sehingga warna terlalu mencolok dan hasilnya tidak natural.

Penampakan tugas kedua

Ini baru 2 pelajaran, biar kalian ga puyeng dan bisa praktek pelan-pelan, pelajaran berikutnya saya lanjut di hari Jum’at, insya Allah.

Bogor, 9 November 2020
_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day1
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup