Jagalah Akhlakmu Nak!

Anakku, jagalah akhlakmu. Ketika di masyarakat terjadi kasus kenakalan remaja, pembunuhan, perkosaan dan tindak kriminal lainnya, maka banyak orang yang berpendapat bahwa sumber masalah terletak pada rusaknya akhlak.  Akhlak kemudian jadi sorotan utama. Guru-guru agama dianggap yang paling bertanggungjawab penuh atas semua kekacauan ini. Semua pihak berlomba-lomba mengupayakan pembentukan akhlak yang baik di tengah masyarakat. Ada hal yang perlu diluruskan terkait dengan pengambilan sikap seperti ini.

Anakku, jagalah akhlakmu. Karena akhlak adalah bagian dari syariat Islam. Bagian dari perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Akhlak harus ada serta nampak pada diri setiap muslim, agar sempurna seluruh amal perbuatannya dengan Islam dan sempurna pula dalam melaksanakan perintah-perintah Allah. Untuk merealisasikan akhlak ini dalam masyarakat secara utuh, maka harus mewujudkan perasaan-perasaan Islami dan pemikiran-pemikiran Islam di tengah-tengah masyarakat.

Anakku, jagalah akhlakmu. Ketahuilah, bahwa di tengah masyarakat perlu adanya sebuah gerakan dakwah yang mengajak umat untuk kembali pada Islam. Ketika semua umat sudah memiliki perasaan dan pemikiran Islam, maka sudah dipastikan mereka adalah masyarakat yang berakhlak. Penting bagi seorang muslim, untuk memiliki akhlak yang terpuji. Allah Swt juga telah menerangkan dalam berbagai surat Al-qur’an tentang sifat-sifat yang wajib dimiliki, serta yang wajib diraih oleh manusia. Sifat-sifat tersebut menyangkut masalah-masalah akidah, ibadah, muamalah dan akhlak, yang saling berkaitan dan tak dapat dipisahkan.

Anakku, jagalah akhlakmu. Ingatlah saat Allah Swt berfirman dalam QS. Lukman : 13-19. Ayat itu menceritakan kisah Lukman yang menasihati anaknya terkait dengan larangan menyekutukan Allah, perintah berbakti pada kedua orang tua, perintah beramal kebajikan, mengerjakan salat, beramar makruf nahi munkar, berlaku tidak sombong dan juga bersikap lemah lembut. Lihatlah, betapa sempurnanya ayat itu. Di dalamnya terkandung masalah akidah, ibadah, muamalah dan akhlak, yang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

Anakku, jagalah akhlakmu. Karena penting bagi kita untuk memiliki kepribadian Islam. Kepribadian Islam adalah identitas muslim. Islam tak hanya berkutat pada masalah akhlak. Menjadikan akhlak satu-satunya solusi dalam penyelesaian hukum, maka sama halnya dengan meniadakan terbentuknya manusia yang sempurna dan berkepribadian yang Islami. Untuk mencapai tujuan akhlak, maka hendaklah didasarkan atas asas ruhi yakni akidah islamiyah.

Anakku, jagalah akhlakmu. Seorang muslim ketika memiliki akhlak yang baik, bukan semata-mata diperlukan oleh manusia, namun karena ia merupakan perintah Allah. Misalkan, ketika berlaku jujur, bukan karena jujur itu baik dan mendatangkan manfaat, namun karena Allah Swt telah memerintahkan kita berbuat jujur. Perlu selalu diingat, bahwa seorang muslim akan mempunyai sifat akhlak yang baik dan konsisten selama ia berusaha melaksanakan Islam, dan tidak melakukannya semata-mata karena segi kemanfaatan.

Anakku, jagalah akhlakmu. Ketahuilah, bahwa adanya akhlak, harus bergabung dengan akidah, ibadah, dan muamalah. Atas dasar inilah, seorang tidak dianggap memiliki akhlak yang baik sementara akidahnya bukan Islam. Demikian pula, seorang muslim tidak dianggap memiliki akhlak, sementara ia tidak melaksanakan ibadah atau muamalah sesuai dengan hukum syara’. Oleh karena itu Anakku, sudah jadi satu keharusan untuk meluruskan tingkah laku individu, dengan membentuk dan memelihara akidah, ibadah, muamalah dan akhlak secara bersamaan.

Anakku, jagalah akhlakmu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kebaikan seseorang itu terletak pada akhlaknya. Bukan pada bentuk fisiknya. Rasulullah Saw pernah bersabda: ” Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.”(HR. Al-Bukhari). Di hadits lain, juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dan A-Tirmidzi).

Anakku, jagalah akhlakmu. Tak perlu berkecil hati. Jika kita tak elok wajah, ataupun tak kaya harta. Tak perlu rendah diri pula, jika kita tak pandai ilmu ataupun tak cakap bicara. Ketahuilah, bahwa di hadapan Allah SWT, semua makhluk adalah sama. Semua manusia punya kedudukan sama. Perbedaannya hanya terletak pada ketaqwaannya kepada Allah Swt.

Oleh karena itu Anakku, marilah kita tingkatkan ketaatan terhadap semua perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan berusahalah untuk selalu menjauhi semua apa yang telah menjadi larangan-larangan-Nya.

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik/kategorisegar/mei2