Inilah 5 Tips Agar Tetap Konsisten Menulis

Inilah 5 Tips Agar Tetap Konsisten Menulis

Assalamualaikum pengunjung web rumah media.

Hari ini saya ingin berbagi pengalaman, nih. Bukan bermaksud ria atau pamer, tapi saya mencoba berbagi. Kali saja ada di antara pengunjung web rumah media mempunyai permasalahan yang sama, semoga pengalaman saya ini bisa membantu. Beberapa kali ketika saya berkesempatan untuk berbagi di kelas ilmu kepenulisan, banyak yang bertanya bagaimana sih cara biar kita bisa tetap konsisten menulis. Lalu, pertanyaan yang cukup sering ditanyakan juga adalah bagaimana bagi waktunya, antara mengurus anak-anak dan menulis. Kemudian, pertanyaan yang populer juga, Bagaimana biar ide tulisannya enggak hilang. Dari 3 pertanyaan itulah, akhirnya saya mencoba berbagi 5 tips ala saya, biar bisa tetap konsisten menulis, bagaimana sih? Silakan simak terus tulisan ini.

Sebelum kita membahas tentang tipsnya, izinkan saya berbagi satu rumus berbentuk segitiga dari seorang Psikiater asal Amerika bernama William Glasser. Rumus segitiga (William Glasser) ini membahas tentang bagaimana tahapan kita dalam hal belajar. Tapi, saya menggunakan rumus segitiga ini untuk tahapan ketika saya menulis. Inilah rumus segitiganya,

Dari gambar segitiga di atas, kita mengetahui kalau dalam tahapan belajar ada 7 irisan yang harus kita lewati, jika kita ingin bisa terhadap sesuatu hal. Karena contoh segitiganya adalah tahapan belajar maka persentase terbesarnya adalah proses belajar juga. Kemudian di tahapan di atasnya ada pengalaman. Di tahapan selanjutnya ada tahapan mendengar dan melihat. Lalu, di atasnya lagi ada tahapan melihat saja, kemudian tahapan mendengar saja, dan tahapan terakhir adalah membaca. Lalu apa hubungannya rumus segitiga ini dengan tahapan menulisnya?

Kalau rumus segitiganya kita ganti jadi tahapan menulis, maka irisan atau tahapan terbesarnya ya, harus menulis, betul? Semakin banyak berlatih menulis, maka proses menulis pun akan semakin mudah. Selanjutnya, pengalaman. Mau menulis ya, dibutuhkan pengalaman. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi modal awal untuk menulis. Contoh: pernah masak nasi goreng yang enak banget. Nah, tulis saja resep nasi goreng yang enak itu. Apa saja pengalaman hidupmu bisa dijadikan tulisan yang menarik, asal kamu harus berani untu sering berlatih cara menulis biar jadi keren. Lalu, tahapan selanjutnya adalah mendengar dan melihat. Apapun yang sahabat dengar dan lihat bisa jadi bahan tulisan. Begitupun tahapan selanjutnya.

Nah lo, kok membaca di tahapan terakhir? Padahal kalau menulis harus banyak membaca, kan? Membaca kita gunakan untuk mencari referensi, contoh, perbandingan, dan mengevaluasi saja. Bagi yang tidak hobi membaca, kesannya menulis itu susah karena syarat pokoknya harus membaca, betul? Oleh karena itu, membacanya mepet saja dan hanya buat referensi, contoh, perbandingan, sekaligus mengevaluasi saja. Contoh: Ingin menulis tentang masak nasi goreng enak. Usahakan baca dulu 2 sampai 3 tulisan yang membahas hal serupa. Lalu, jadikan itu sebagai contoh atau perbandingan biar tulisan kita bisa berbeda dari tulisan sebelumnya. Lalu, menulislah dulu sampai selesai, kemudian endapkan, baru terakhir baca lagi untuk cek tulisan sebelum di terbitkan ke blog. Inilah kemiripan antara tahapan belajar dan menulis, dari rumus segitiga tadi.

Setelah tahu cara mendapatkan ide menulis, barulah sekarang saya akan membahas 5 tips agar bisa konsisten menulis.

1. Tanyakan ke diri sendiri, benarkah menulis adalah kegiatan paling membahagiakan dan bikin kecanduan?

Saya biasanya menggunakan bagan seperti contoh di atas untuk mencoba suatu hal baru maupun menentukan kegiatan rutin. Kalau menulis masuk ke kolom bisa dan suka, malahan masuk ke kolom membahagiakan jadi jika saya enggak menulis akan merasa ada yang kurang. Nah, kalau pengunjung web rumah media mengalami hal yang sama, maka secara otomatis akan mencoba mencari jalan biar bisa menulis.

2. Adakan waktu khusus untuk menulis

Tips kedua ini sekaligus menjawab pertanyaan bagaimana cara membagi waktu antara mengurus anak-anak dan menulis. Kalau saya boleh jujur, saya tidak ada jam khusus harus di jam itu terus untuk menulis. Saya lebih ke membaca situasi di rumah. Kalau anak-anak lagi kondusif saya izin buat menulis. Kalau lagi enggak mungkin ya udah enggak dipaksakan. Di ganti di esok harinya saja. Intinya, mencoba meluangkan waktu untuk menulis sefleksibel mungkin dan senyaman mungkin.

3. Tulislah dari ide yang paling ingin ditulis atau yang sangat mendesak
Biasanya kalau mau menulis banyak ide bermunculan. Coba dirasakan ide mana yang paling mendesak atau ingin banget ditulis, sehingga waktu menulisnya bisa lebih singkat. Sebab kita sudah tahu alur menulis dan mempersiapkan apa saja untuk tulisan itu.

4. Ikutlah komunitas menulis

Ikut komunitas-komunitas menulis seperti bergabung di rumah media ini menjadi pemicu kita terus bergerak. Apalagi saat rasa malas melanda. Bila melihat orang lain bisa terus produktif maka lecutan persaingan dalam diri inilah yang akhirnya juga ikutan membuat kita produktif.

5. Kalau sedang buntu ide cobalah menulis dari hal terdekat
Poin kelima ini cukup sering saya lakukan. Bila saya buntu ide, maka saya akan mencari atau membongkar-bongkar memori atau ingatan lama. Akhirnya muncul ide yang cukup oke untuk ditulis.

Itulah 5 tips ala saya agar menulisnya bisa tetap produktif. Semoga tulisan ini bermanfaat. Silakan bagi yang ingin memberikan tanggapannya di kolom komentar, ya. Terima kasih sudah berkenan berkunjung dan membaca.

Sumber: https://litha-etr.blogspot.com/2019/09/5-tips-biar-tetap-konsisten-menulis.html

rumahmediagrup/lithaetr