Ini Tentang Rindu,Harapan dan Kesempatan

Rindu

Rindu kami padamu ya Rasul, rindu tiada terperi, berabad jarak dari ya Rasul, terasa engkau di sini, ini adalah  potongan bait syair lagu tentang rindu pada Rasulullah saw

Ramadhan ku rindu untuk bertemu, siapkan hatiku, jug hatimu, ini syair lagu… , masih tentang rindu ya… Rindu akan hadirnya ramadhan, suasana ramadhan,  kenyamanan dan kesyahduan ramadhan.

Rindu akan rumah yang seharusnya bisa kembali pulang setiap waktu,  tetapi harus terus menahan rindu dan bersabar, karena inilah yang harus di lakukan  untuk saat ini.

Rindu akan hangatnya pelukan orang-orang terkasih, sahabat – sahabat tersayang. Bahkan untuk bersalaman dengan takzim pun menjadi rindu yang tersendiri. Berkumpul,  bersilaturahiim hmmm Pokoknya rindu deh. Ini yang kita rasakan saat ini

Kesempatan

Kita di berikan kesempatan untuk Patuh, disiplin, serta dirumah saya , kesempatan ini harus kita gunakan sebaik baiknya. untuk bisa patuh pada aturan, disiplin untuk sering mencuci tangan serta gunakan masker, serta hidup sehat, di rumah saja akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa untuk bisa memutus rantai virus yang membuat kita kembali belajar menghadapi realita kehidupan yang bahkan tak terbayangkan oleh kita. , kita gunakan  kesempatan ini untuk saling  menjaga keselamatan, dan kesehatan,  bukan hanya untuk kita tapi untuk yang ada disekitar kita bahkan untuk Indonesia dan dunia.

Harapan

Dalam hidup  ini harus di sertai rasa takut dan pengharapan pada Allah, harapan agar kenyataan yang kita hadapi saat ini bukan membuat kita menjauh dari Allah, tapi justru semakin mendekat dan menghiba dengan segala taubat kita pada Allah

Harapan suami sebagai pencari nafkah keluarga, berharap agar tidak terphk, berharap anak anak mereka tetap bisa tercukupi kehidupannya.

Harapan seluruh petugas yang menanggulangi wabah virus corona ini berkumpul dengan keluarga, istri tidak cemas dengan keberadaan suaminya, Suami tidak cemas dengan keadaan istrinya, ibu yang tidak terus kefikiran tentang keadaan anaknya, adik yang tidak cemas tentang keadaan kakak satu-satunya dan banyak lagi harapan dari beribu ribu harapan yang tentunya hanya tersandarkan kembali pada Allah.

Harapan yang juga harus diperjuangkan dalam gerakan bersama, gerakan yang signifikan, terarah, terkonsep dan terimplementasikan bagi kita semua.

Agar bukan harapan tinggal harapan, tetapi harapan yang harus diperjuangkan. Dan untuk berjuang perlu berbagai macam pengorbanan. Kita harus bangkit semua karena harapan itu masih ada, selama masih Allah pinjamkan nafas dan raga ini untuk kita.

nubarnulisbareng/nurfahmi