INFEKSI SALURAN KEMIH part 5

Bersyukur ada kamar khusus anak yang kosong. Kalau tidak, terpaksa harus masuk kamar kelas 3 yang isinya dicampur dengan pasien dewasa. Walau kamar untuk anak tapi ranjang yang dipakai adalah ranjang dewasa sehingga Sarah bisa dengan nyaman menyusui Aisyah sambil tiduran. Tidak perlu menggeser-geser tiang infus lagi.

Satu lagi fasilitas yang memudahkan Sarah, yaitu sebagai penunggu pasien Sarah tetap mendapatkan makan. Sehingga Sarah tidak perlu meninggalkan Aisyah di kamar untuk keluar mencari makan. Sementara Aisyah yang sudah berusia 10 bulan tetap mendapatkan makanan pendamping ASI dari rumah sakit.

Sam tidak bisa sepenuhnya menunggui Aisyah di rumah sakit karena dia harus bekerja. Sementara Sarah memilih untuk mengambil cuti bekerjanya. Malam hari sepulang bekerja, barulah Sam ke rumah sakit menemani Sarah.

Infeksi yang diderita Aisyah sepertinya cukup tinggi sehingga memerlukan antibiotik yang dimasukkan melalui pembuluh darahnya. Setiap perawat masuk kamar, Aisyah selalu menangis menjerit-jerit. Terbayang rasa nyeri ketika obat itu masuk ke pembuluh darahnya. Padahal kadang perawat itu masuk hanya untuk keperluan lain. Sedih hati Sarah melihat trauma anaknya.

Akhirnya 5 hari sudah berlalu. Pemeriksaan urine menunjukkan kalau Aisyah sudah semakin sehat dan diizinkan pulang. Sarah merasa senang saat mendengar keputusan dr. Iwan. Tak sabar dia segera menyampaikan kabar gembira itu ke suaminya.

Setelah semua urusan administrasi selesai, Sam segera menjemput Sarah dan Aisyah di kamarnya. Mereka pulang dengan membawa obat-obatan serta pesan dokter untuk kontrol kembali, 3 hari kemudian.

***Bersambung

Bagaimana keadaan Aisyah setelah pulang dari rumah sakit?

Ditunggu kelanjutannya besok ya.

Terima kasih.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie