Ikhlas Dalam Melangkah

Ikhlas Dalam Melangkah

Pernahkah terbersit di pikiran sobat, mengapa tidak ada kata ikhlas di dalam surat Al-Ikhlas?

Menurut Ustaz Ammi Nur Baits dalam konsultasisyariah.com, alasan mengapa tidak ada kata ikhlas di dalam surah Al-Ikhlas adalah adalah karena surat ini mengajarkan tentang prinsip ikhlas bagi orang yang membacanya, sehingga dia menjauhi kesyirikan. Apabila dia membaca dengan meyakini kandungannya dan isinya yang mencakup tiga macam tauhid, tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma wa shifat.

Surat ini mengajarkan kita, bahwa ikhlas adalah sesuatu hal yang tersembunyi, tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan maknanya. Ikhlas adalah urusan antara kita dan Sang Maha Pencipta.

Sedangkan ikhlas dalam KBBI adalah bersih hati, tulus hati. Menerima semuanya dengan lapang dada dan tawakal.

Tak satu makhluk pun di muka bumi ini yang dapat mengatur apa yang akan Allah takdirkan. Kesehatan, kekayaan, kehormatan, penampilan, semua Allah berikan sesuai dengan kadarnya. Hanya Dia yang Maha Mengetahui segalanya.

Mungkin terkadang kita merasa Tuhan tidak adil. Mengapa kita dilahirkan, atau dihadapkan dengan dengan kondisi tidak diharapkan. Akan tetapi, kita perlu ingat bahwa setiap kekurangan memiliki kelebihan. Seperti halnya setiap kesulitan menyimpan kemudahan. Setiap kejadian mengandung pembelajaran dan hikmah.

Seperti firman Allah dalam QS. Al-Insyirah: 5, yang berbunyi:
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Janganlah berputus asa terhadap segala cobaan yang tengah dialami. Akan selalu ada akhir bagi setiap awal. Kita hanya perlu sabar menunggu sembari menjalani dengan sebaik-baiknya. Singkirkan keluh dan prasangka buruk karena Tuhan adalah sesuai dengan prasangka kita.

Seperti dalam hadis Rasulullah saw. yang berbunyi:
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Sobat, berjalanlah dengan ikhlas dan tawakal. Yakinlah akan takdir yang telah Allah tetapkan. Lakukan semua dengan hanya memberikan yang terbaik. Semoga Allah segera memberikan cahaya hikmah-Nya sebagai imbalan kebaikan yang telah kita lakukan.

Nubar-Nulis Bareng/Asri Susila Ningrum

Sumber:
https://rumaysho.com/17041-aku-sesuai-persangkaan-hamba-ku-hingga-balasan-mengingat-allah.html
https://konsultasisyariah.com/20764-mengapa-dinamakan-surat-al-ikhlas.html