Ide Aco si Dokter Kecil

Ide Aco si Dokter Kecil


Saat pulang sekolah, Aco terlihat bingung dengan tugas yang diberikan Ibu Rince di sekolah tadi.

“Aco, tolong bantu Ibu mengajak teman-teman di sekolah untuk mencuci tangan,” kata Ibu Rince saat jam istirahat. “Saat ini sedang terjadi wabah virus corona di Indonesia, dan salah satu cara menjaga tubuh kita agar tidak terkena virus adalah dengan mencuci tangan,” lanjut Ibu Rince menjelaskan.

Aco adalah murid kelas lima pada salah satu SD Negeri di Nusa Tenggara Timur. Aco mendapatkan tugas tersebut karena Aco merupakan dokter kecil di sekolahnya. Salah satu tugas dokter kecil adalah mengajak teman-teman untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

Tugas yang terdengar mudah ini menjadi sulit karena beberapa bulan ini hujan belum turun. Keadaan ini membuat kolam penampung air di desanya hampir kering. Kalaupun ingin mendapatkan air, harus berjalan jauh sampai ke sumber mata air di dalam hutan.

“Bagaimana kita akan melakukan kegiatan mencuci tangan kalau tidak ada air, Bu?” keluh Aco kepada Ibu Rince.

“Coba kamu cari ide untuk memecahkan masalah ini. Ibu dan guru-guru yang lain juga akan mencoba mencari solusinya,” kata Ibu Rince menenangkan.

Sepanjang perjalanan pulang dari sekolah, Aco terus memikirkan solusi untuk masalah ini. Hingga, ada satu ide muncul di pikirannya.

Keesokan harinya, Aco menceritakan hal tersebut kepada Ibu Rince dan langsung disetujui.

Aco mengumpulkan teman-temannya di halaman sekolah dan menjelaskan, “Teman-teman saat ini negara kita sedang terjangkit virus corona yang belum ada obatnya. Saudara-saudara kita sudah banyak yang terjangkit virus ini. Siapapun bisa tertular. Salah satu cara mencegah penularan virus tersebut adalah dengan mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun. Namun, karena desa kita sedang kesulitan air, bagaimana kalau kita bergiliran membawa 1 jerigen air ke sekolah setiap hari. Dimulai dari Kelas 1 sampai kelas 6 setiap harinya.” Terlihat teman-temannya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Aco.

Aco melanjutkan lagi, “Setiap hari Minggu, aku akan pergi bersama Ibu Rince dan guru-guru yang lain ke sumber mata air untuk mengisi penampungan air di sekolah agar cukup digunakan untuk kamar mandi dan menyiram tanaman-tanaman yang sudah mulai layu. Adakah yang ingin ikut membantu?” tanya Aco penuh harap.

Ternyata banyak teman-temannya yang bersedia ikut. Ibu Rince pun membuat jadwal untuk mengambil air pada hari Minggu secara bergiliran. Akan tetapi, kegiatan ini hanya dilakukan oleh siswa kelas 4 sampai 6 saja karena perjalanan menuju sumber mata air jauh dan cukup sulit.

Akhirnya, kegiatan cuci tangan di sekolah pun bisa terlaksana dengan baik. Semua bersemangat untuk melakukannya. Walaupun dengan segala keterbatasan, apabila dilakukan secara bersama pasti akan berhasil. Aco dan teman-teman pun bisa menjalankan hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan.

Terinsipirasi dari pengalaman saat mengabdi di NTT

Sumber gambar: tintapendidikanindonesia.com

Nulisbareng/ibunyanajma