I LOVE MY NAME

Serangkaian nama pernah bisa berpengaruh bagi rasa percayadiriku. Nyatanya sempat tidak terima nama yang telah disematkan kepadaku oleh kedua orangtua.

Mulai dari merasa nama depan yang diberikan terlalu norak untuk menjdi bagian diri, sampai tidak terima karena salah dalam penulisan huruf. Membanding-bandingkan namaku dengan nama sepupu, teman-teman, terutama adik-adik yang menurutku lebih bagus. Aku iri.

Tidak ingin mencantumkan nama asli, aku kemudian mengganti nama sendiri di akun-akun sosial dan benar-benar menyembunyikan nama asli. Serta memberitahukan nama yang menjadi inginku kepada teman-teman untuk dijadikan nama panggilan, kemudian merekapun menyetujuinya. Bahkan saat berkenalan dengan orang baru pun, yang kusebut adalah nama yang ku mau dan ragu untuk memperkenalkan nama asli. sampai sekarang masih ada yang memanggil dengan sebutan itu.

Aku pikir biar kuganti saja nama yang salahnya dari Patimah menjadi Fatimah mulai dari akta lahir, ijazah, piagam-piagam.

Di usia SMA aku mempertanyakan kepada bapak kenapa harus nama ini yang diberikan. Dengan alasan yang dijelaskan oleh bapak dan atas permintaan maaf bapak karena kesalahan dan kelalaiannya, perlahan aku terima serangkaian nama itu apa adanya tanpa harus mengubahnya.

Perlahan mulai menyamankan diri dan percaya diri atas nama yang telah diberikan sejak lahir. Sampai sekarang, justru lebih suka mengenalkan nama asli sebagai tanda terimakasih dan permintaan maaf terhadap orangtua. Terlepas dari itu,aku memang sudah mencintai namaku. Menerima dan mencintai nama sendiri apa adanya sebagai pemberian dan kasih sayang dari orangtua.

Tak perlu lagi merasa iri, karena yakin orangtua pasti telah berusaha memberikan yang terbaik sebisanya pada waktu itu.

Pangalengan, 16 Juli 2021

Nubarnulisbareng/Titin Siti Patimah