HARI KETIGA

Seperti biasa, hari ini diawali dengan membuat sarapan untuk yang mau ujian. Hm, yang lain juga sih sekalian. Menu yang praktis saja, bakpao isi coklat.

Tak lupa menyiapkan keperluan ujian, laptop, alat tulis, kertas untuk coret-coret, dan telepon yang akan dijadikan hotspot. Semua sudah berjajar rapi di atas meja. Laptop pun sudah menyala siap dipakai.

Aku pun sudah siap duduk di dekat anak tersayang. Intinya menjadi ibu siaga demi kelancaran proses ujian. Berharap, hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Tak ada gangguan dan lancar-lancar saja.

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.45 wib. Itu artinya ujian sudah dimulai. Alhamdulillah, lancar saja saat masuk ke laman ujian.

Tulilutlilut. Tiba-tiba telepon genggam berbunyi, menandakan ada telepon masuk. Panik segera kujawab. Ternyata suami yang sedang bertugas di luar kota menanyakan kabar.

“Bagaimana kabarnya yang ujian? Sudah mulai belum?” tanya suamiku.

“Baru mulai Yah. Tolong doakan biar lancar ya?” jawabku. Maklumlah perbedaan waktu memang kadang suka membuat bingung. Tiba-tiba kulihat wajah panik anakku. Oh, aku mengerti.

“Yah, teleponnya nanti malam saja ya? Ini kan teleponnya jadi hotspot, langsung berhenti sambungannya. Kasihan yang lagi ujian terganggu.”

“Oh iya, baiklah. Sampai nanti ya. Maaf mengganggu. Semoga lancar ujian hari ini,” terdengar suaranya terburu-buru mengakhiri percakapan.

Terlihat anakku menarik napas lega dan melanjutkan ujiannya. Fuih, untung saja tidak menjadi error. Sempat dag dig dug juga tadi, agak khawatir.

Syukurlah hingga jam kedua ujian, semua berjalan dengan lancar. Tak ada lagi gangguan koneksi ataupun jaringan. Ujian hari ketiga, dapat dilalui dengan baik. Semoga hasilnya memuaskan.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie