HARI KEEMPAT

Sudah masuk hari keempat ujian. Mungkin sudah lelah, sehingga sedikit mengantuk hari ini. Semua alat tempur sudah dipersiapkan di meja.

Ujian sudah dimulai dan semua berjalan lancar. Aku cukup percaya diri bahwa semua baik-baik saja. Aku duduk sambil mengawasi anakku yang sedang mengerjakan soal.

Perlahan tapi pasti, kantuk datang menyerang. Tak sadar aku tertidur dalam posisi duduk di bangku. Sepertinya cukup pulas dan sempat bermimpi.

Tuut! Suara notifikasi dari laptop mengejutkanku.

“Kenapa itu Nak? Ada pemberitahuan apa?” tanyaku panik.

“Tidak tahu Ma,” jawab anakku masih dengan wajah serius dan penuh konsentrasi mengerjakan soal.

“Tidak ada tulisan apa-apa?” tanyaku lagi.

“Maaf Ma, aku tidak melihat apa-apa,” jawabnya dengan perlahan.

Baiklah, mungkin memang bukan apa-apa tapi rasanya aneh saja. Akhirnya aku mendekati anakku, sambil mengawasi layar laptopnya. Mencari-cari, siapa tahu ada tulisan pemberitahuan.

Tuutt! Terdengar lagi suara itu. Kali ini aku bisa menangkap ada tulisan kecil muncul di layarnya. ‘Battery is low. Please find another source.’

“Waduh! Itu baterainya lemah Nak!” ujarku sambil berlari ke kamar untuk mengambil pengisi daya.

Aku takut, kalau tiba-tiba mati dan terputus sambungannya. Apa jadinya dengan soal yang sudah dikerjakan? Kalau harus mengulang lagi dari awal bagaimana?

Bersyukur aku dapat segera menyambungkan pengisi dayanya. Ujian pun dapat berlanjut dengan aman. Padahal seingatku, setiap malam sudah kuisi dayanya. Entahlah jika semalam aku lupa. Yang terpenting, masalah dapat cepat teratasi.

Kalau mengingat aku berlari-lari tadi, sungguh lucu. Yah begitulah tugas seorang ibu, harus selalu siaga dan dapat diandalkan. Yang setuju jangan lupa sukai cerita ini yaaa.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie