Hari Kedua Kak Shofia Puasa

Hari Kedua Kak Shofia Puasa

Berlatih puasa memang berat. Terutama waktu dia lapar bercampur mengantuk. Hari kedua dilewati dengan penuh perjuangan. Ummi pun merasa berat, emosinya kurang terkendali.

Berawal dari keinginan Kak Shofia beli jajan di tukang sayur keliling. Namun sampai Dzuhur, belum sampai di depan rumah. Mulai ngambek.

Diperparah dengan acara rebutan jajan yang disimpan buat lebaran. Anak-anak memang punya simpanan di lemari. Jajan Kak Shofia diambil adik. Akhirnya terjadi keributan. Adik pun menangis.

Keinginan punya jajanan untuk berbuka, ditambah adik merebut jajan lebaran, membuat suasana hatinya kian parah. Apalagi masuk pada jam mengantuk, jam tidur qailullah.

Ummi sudah meminta Kak Shofia membeli jajan nanti setelah salat Dzuhur, tapi dia menolak. Maunya saat itu juga. Diberi uang kertas dua ribu, ternyata ada sobek sedikit, tidak berkenan. Maunya yang bagus. Diganti uang koin, tidak mau. Tiba-tiba dia ambil minum, mau berbuka.

Ummi merayu untuk menahan. Belum berhasil. Sampai kumandang azan Dzuhur, tangisnya menjadi-jadi. Kehebohan pun terjadi. Setelah dimandikan, Kak Shofia mulai kelelahan dan tidur sampai Ashar.

Alhamdulillah emosinya stabil. Diberi uang jajan dan diantar Kakak beli di warung. Pulang pas waktu Maghrib. Akhirnya lulus hari kedua puasa.

#Citraamatullah

#PuasaRamadan

#KakShofia

#HariKedua