HALIA SI ANAK ELANG DAN IBU PENYU

Halia si Anak Elang dan Ibu Penyu

Suatu pagi di sebuah pohon yang tinggi di pesisir pantai terlihat Halia si anak elang dada putih sedang mempersiapkan diri untuk belajar terbang. Halia sangat bersemangat untuk segera bisa terbang dengan gagah seperti Ibunya. Namun, Ibunya melarang Halia untuk belajar terbang karena belum waktunya.

Ibu memintanya untuk bersabar tiga hari lagi karena bulu-bulu di sayap Halia belum tumbuh sempurna. Setelah itu Ibu pamit untuk berburu. Halia memilih untuk tetap belajar terbang hari ini.

Halia pun melompat dari sarang. Ia mengepakkan sayap sekuat tenaga agar bisa naik semakin tinggi. Namun, Halia malah semakin turun. Tiba-tiba ada angin berhembus kencang membuat Halia terhempas kemudian terjatuh ke pasir. Halia menangis kesakitan dan berteriak memanggil ibunya.

Tak lama kemudian datang ombak besar. Halia sangat ketakutan. Ombak itu langsung menghanyutkannya ke laut.

Saat itulah Ibu penyu datang menolongnya keluar dari dalam lautan. Halia langsung menangis memanggil Ibunya. Ibu penyu memeluk Halia agar ia bisa lebih tenang.

Ibu penyu menanyakan nama si anak elang dan kemudian Ibu penyu memintanya menceritakan kejadian yang telah terjadi. Ibu penyu memeriksa tubuh Halia dan menemukan sedikit luka memar pada sayap sebelah kiri.

Ibu penyu menenangkan Halia sambil mengelus punggungnya, “Tenang saja ya Halia sayang, Ibumu sebentar lagi pasti akan datang.”

Tak lama kemudian terlihat di atas langit Ibu Halia terbang dengan gagahnya menuju sarang.

Halia berteriak memanggil ibunya, “Ibuu…”

Ibu Halia mendengar panggilan anaknya. Ia sungguh terkejut melihat kondisi Halia yang basah dan lemah. Ibu penyu menjelaskan kejadian yang menimpa Halia. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ibu Halia menasihati anaknya agar ia mau menuruti perkataan Ibu karena itu demi kebaikan dan keselamatannya.

Ibu Halia berkata dengan lembut, “Semua ada waktunya sayang, bersabarlah.”

Ibu Halia pun berterima kasih kepada Ibu penyu dan berjanji akan membalas kebaikan Ibu penyu

Beberapa hari kemudian, Ibu penyu hendak menengok telur-telurnya di pantai. Namun, saat sudah mendekati pantai, ia melihat kadal yang hendak mencuri telur-telurnya. Ibu penyu takut ia tidak sempat menyelamatkan telur-telurnya karena ia tidak bisa bergerak secepat saat di lautan.

Ibu penyu berteriak, “Tolong… tolong. Ada yang mau mencuri telurku.”

Tak lama kemudian, datanglah burung elang gagah dari atas langit. Ternyata mereka adalah Halia dan Ibunya. Mereka datang menolong Ibu penyu untuk mengusir kadal yang hampir saja mencuri telur milik Ibu penyu.

Bentangan sayap yang sangat lebar dari Ibu Halia membuat kadal tersebut ketakutan dan pergi menjauh. Ibu penyu berterima kasih atas pertolongan Halia dan Ibunya.
Halia dan Ibunya berjanji kepada Ibu penyu untuk membantu menjaga telurnya dari atas langit. Ini sebagai bentuk balas budi dari Halia dan Ibunya kepada ibu penyu yang sudah baik hati menolong Halia.

Sumber foto: bobo.grid.id & kompasiana.com

Rumahmediagrup/ibunyanajma