Goodbye Ramadhan, Welcome Syawal

Setiap perjumpaan, pasti ada perpisahan. Begitu juga dengan Ramadan. Setelah menjalankan shaum Ramadan sebulan penuh, kini tibalah hari kemenangan. Ramadan telah pergi, Syawal pun sudah datang.

Hari ini, tentunya umat muslim merayakan hari kemenangan. Walau suasana Idulfitri tahun ini sungguh berbeda. Tak ada mudik, tak ada bertamu antar tetangga, tak ada salat Ied. Beberapa dari kita pun mungkin tak menyajikan hidangan spesial, apalagi baju baru. Karena memang seharusnya esensi Idulfitri bukan merayakan berlebihan apalagi harus serba baru. Miris melihat dalam kondisi pandemi sekarang, banyak yang berjubel di pusat perbelanjaan dan pasar, demi membeli baju, kerudung baru, serta bahan masakan.

Apalagi ada saja orang-orang yang bulan lalu teriak-teriak karena tak dapat duit bansos atau bantuan lainnya. Begitu dapat duit bantuan dari pemerintah, eh duitnya malah dipakai beli baju baru. Bukan untuk beli sembako atau malah digunakan berjaga-jaga untuk biaya hidup di bulan berikutnya. Kan nggak tahu ya kalau bulan depan akan dapat dana lagi atau enggak, ya khan?

Mau beli bahan masakan langsung ke pasar, ya monggo sih. Cuma untuk saya pribadi, agak serem saja ke pasar langsung. Apalagi pasar terbesar di kota saya sudah masuk zona merah karena ada berita dari walikota bahwa ada empat orang pedagang di Pasar Antri, yang positif Covid-19. Kalau saya, lebih milih nitip ke mamang sayur langganan. Sedangkan bila butuh belanja baju atau perintilan, saat ini lebih memilih membeli via marketplace. Atau beli langsung di teman, yang dikirim melalui ekspedisi. Itupun sambil berpikir, benar-benar butuh gak ya barang itu.

Dear Ramadan, semoga tahun depan umurku masih ada, untuk dipertemukan kembali denganmu dalam kondisi negara yang sudah lebih baik ….

Semoga herd immunity atau new normal yang sepertinya sedang OTW, berjalan smooth tanpa banyak korban. Semoga spirit dan amal ibadah yang berhasil konsisten dijalankan di Ramadan kemarin, tetap bisa istiqomah dilaksanakan untuk 11 bulan ke depan. Sebelum bertemu denganmu kembali Insya Allah, Ramadan 1442 tahun Hijriyah ….